22 Daerah Jatim Darurat Kekeringan, 84 Ribu Warga Terdampak

22 Daerah Jatim Darurat Kekeringan, 84 Ribu Warga Terdampak

Fajarasia.id – Sebanyak 22 kabupaten/kota di Jawa Timur menetapkan status darurat kekeringan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim mencatat sedikitnya 84.458 jiwa atau 24.136 KK terdampak fenomena ini.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim, Satriyo Nurseno, menyebutkan seluruh daerah terdampak telah melakukan dropping air bersih untuk mencegah gagal panen. Namun, 11 kabupaten di antaranya mengajukan permohonan bantuan tambahan ke Pemprov Jatim karena keterbatasan anggaran.

Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto, menegaskan pihaknya menyiapkan 5.410 ritase air bersih, 100 tandon lipat, 50 tandon, dan 9.600 terpal untuk mendukung penanganan darurat. “Permohonan dropping air bersih harus diajukan kabupaten/kota terdampak agar distribusi bisa merata,” ujarnya.

Berdasarkan pemetaan BPBD, potensi kekeringan meluas hingga 29 kabupaten, 260 kecamatan, dan 926 desa dengan estimasi 1,58 juta jiwa terdampak. BMKG memprediksi puncak musim kemarau terjadi pada Agustus–September.

Meski opsi modifikasi cuaca sempat dipertimbangkan, Gatot menyebut hal itu belum dapat dilakukan karena awan potensial masih tidak teramati.****

Pos terkait