Fajarasia.id – Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menegaskan komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam menghadirkan solusi nyata bagi kaum buruh. Menurutnya, kesejahteraan pekerja ditempatkan sebagai prioritas utama dalam agenda pembangunan nasional.
“Negara harus hadir untuk memastikan perlindungan pekerja. Tantangan seperti isu PHK, perlindungan bagi pekerja digital, hingga keselamatan kerja adalah amanah yang harus dijalankan melalui ruang dialog transparan,” ujar Afriansyah, Minggu (19/7).
Ia menjelaskan, Kemnaker kini menggencarkan langkah strategis yang tidak hanya melindungi buruh, tetapi juga menjaga iklim investasi. Program itu mencakup revitalisasi regulasi, pelatihan vokasi, serta perlindungan bagi kelompok rentan seperti pekerja informal, penyandang disabilitas, dan pekerja rumah tangga.
Afriansyah menekankan pentingnya keseimbangan antara kepentingan buruh dan pengusaha. Pemerintah, kata dia, berperan sebagai penengah yang adil dengan memastikan upah layak sekaligus menjaga keberlangsungan usaha agar tidak terjadi PHK massal.
Ia juga menyoroti peran legislatif, khususnya Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, yang dinilai aktif mengawal kebijakan ketenagakerjaan. “Sinergi pemerintah dengan pimpinan DPR sangat vital agar regulasi benar-benar menjadi payung hukum yang melindungi buruh di lapangan,” tegasnya.
Afriansyah memastikan keberhasilan program ketenagakerjaan di bawah pemerintahan Prabowo-Gibran akan diukur dari dampak kesejahteraan yang dirasakan langsung oleh buruh dan keluarganya. “Kita ingin menciptakan iklim kerja harmonis di mana buruh sejahtera dan industri terus tumbuh maju,” pungkasnya.****




