Menteri PPPA: Korban Sampang Harus Pulih Menyeluruh

Menteri PPPA: Korban Sampang Harus Pulih Menyeluruh

Fajarasia.id – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menegaskan pihaknya mengawal penanganan kasus pemerkosaan terhadap remaja 15 tahun oleh 27 pria di Sampang, Jawa Timur. Ia memastikan korban memperoleh perlindungan, pendampingan hukum, layanan psikologis, serta pemulihan menyeluruh.

“Kepentingan terbaik bagi anak harus menjadi prioritas utama. Negara tidak boleh membiarkan anak menghadapi kekerasan sendirian,” ujar Arifah, Selasa (14/7/2026).

Kementerian PPPA telah berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Timur, Pemkab Sampang, UPTD PPA, kepolisian, serta lembaga layanan terkait untuk memastikan seluruh kebutuhan korban terpenuhi. Pendampingan psikososial berkelanjutan, layanan kesehatan, bantuan hukum, hingga penguatan sistem perlindungan anak menjadi fokus utama.

Arifah juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan identitas korban maupun membangun narasi yang menyalahkan korban. “Setiap pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum, dan negara wajib memastikan korban memperoleh keadilan serta pemulihan yang layak,” tegasnya.

Hingga kini, polisi telah mengamankan 12 pelaku, sementara 15 lainnya masih buron dan dalam pengejaran intensif. Kasus ini menimbulkan keprihatinan luas dan menjadi sorotan publik, dengan desakan agar negara hadir penuh melindungi korban sekaligus menuntaskan proses hukum terhadap seluruh pelaku.****

 

Pos terkait