Fajarasia.id – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, mengapresiasi langkah cepat Presiden Prabowo Subianto dalam merespons gejolak pasar modal Indonesia. Respons tegas tersebut muncul setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) menghentikan proses index rebalancing terhadap saham-saham Indonesia akibat kekhawatiran soal transparansi dan tata kelola bursa.
Eddy menilai komitmen Presiden untuk meningkatkan free float dan transparansi kepemilikan saham menjadi kebijakan yang sangat ditunggu investor, khususnya asing, yang memegang sekitar 45 persen kepemilikan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). “Perbaikan tata kelola adalah kunci agar Indonesia tidak kehilangan status sebagai pasar berkembang,” ujarnya, Minggu (1/2/2026).
Ia mengingatkan bahwa MSCI telah memberikan tenggat evaluasi hingga Mei 2026, sehingga BEI dan OJK harus segera berbenah. Menurutnya, MSCI bukan sekadar panduan investasi, melainkan license to invest bagi investor global. “Tidak heran ketika MSCI menjatuhkan mosi tidak percaya, terjadi aksi jual besar-besaran hingga indeks bursa anjlok hampir 8 persen,” tambahnya.
Eddy menekankan, dampak paling besar dari gejolak pasar justru dirasakan oleh investor minoritas yang mengandalkan tabungan dan dana pensiun untuk berinvestasi. Karena itu, ia mengapresiasi perhatian Presiden terhadap perlindungan investor kecil sekaligus menjaga nilai aset negara yang tercatat di pasar modal.




