Fajarasia.id – Uni Emirat Arab (UEA) secara mengejutkan mengumumkan pengunduran diri dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) yang akan berlaku efektif mulai 1 Mei 2026. Keputusan ini disampaikan melalui kantor berita resmi WAM dan langsung mengguncang peta kekuatan energi global.
Langkah strategis tersebut disebut sebagai bagian dari visi ekonomi jangka panjang UEA untuk mengembangkan sektor energi domestik tanpa terikat aturan kartel. “Keputusan ini sejalan dengan visi strategis dan ekonomi jangka panjang Uni Emirat Arab serta pengembangan sektor energinya,” bunyi pernyataan resmi pemerintah.
Menteri Energi UEA, Suhail Al Mazrouei, menegaskan bahwa keputusan keluar dari OPEC mencerminkan evolusi kebijakan yang disesuaikan dengan kondisi pasar. Meski demikian, ia memastikan UEA tetap berkomitmen menjaga ketahanan energi dunia dengan pasokan yang andal, bertanggung jawab, dan rendah karbon.
UEA selama ini dikenal sebagai salah satu produsen minyak terbesar dunia dengan kontribusi sekitar 3–4 persen pasokan global. Keputusan keluar dari OPEC sekaligus OPEC+ yang melibatkan Rusia menjadi pukulan besar bagi organisasi yang selama ini mengendalikan hampir 80 persen cadangan minyak terbukti dunia.
Sejak bergabung pada 1967, UEA telah menjadi bagian penting dalam sejarah panjang OPEC. Kini, keluarnya negara tersebut menandai babak baru dalam dinamika energi global, sekaligus membuka ruang bagi strategi baru dalam pengelolaan produksi minyak dan investasi energi masa depan.****





