Fajarasia.id — Komisi VII DPR RI menyoroti pemanfaatan teknologi pengolahan limbah yang mampu mengubah air buangan menjadi air bersih hingga layak konsumsi. Dimana hal itu upaya menjawab tantangan utama sektor pariwisata, yakni sampah dan ketersediaan air.
Untuk itu Komisi VII meninjau langsung proses pengolahan limbah yang berasal dari kawasan hotel di Nusa Dua, Bali. “Ini adalah penampungan limbah dari seluruh hotel di kawasan ini. Air limbah tersebut diolah secara bertahap, awalnya dimanfaatkan untuk penyiraman tanaman, kemudian melalui proses lanjutan hingga akhirnya aman untuk diminum,” ujarnya Rabu (6/5/2026).
Menurut Evita, sistem ini menunjukkan bahwa limbah dapat diolah menjadi sumber daya yang bermanfaat apabila didukung teknologi dan pengelolaan yang tepat. Selain pengolahan limbah, DPR RI juga meninjau sistem pengelolaan sampah terpadu (Integrated Waste Management) yang menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas destinasi wisata.
Ia menegaskan bahwa persoalan sampah masih menjadi tantangan utama sektor pariwisata di Indonesia, sehingga diperlukan pendekatan yang terintegrasi dan berkelanjutan. “Waste management ini diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Ini yang harus kita dorong,” ujar Legislator Partai PDI-Perjuangan tersebut.
Selain itu, DPR juga mencermati sistem pengolahan air laut menjadi air tawar yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan kawasan. Teknologi ini dinilai sebagai solusi atas tingginya kebutuhan air di destinasi wisata.
Kunjungan ini dilakukan secara mendalam, termasuk meninjau langsung fasilitas pengolahan limbah. Evita menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPR RI terhadap isu lingkungan di sektor pariwisata.
“Kita bukan sekadar kunjungan biasa. Kita benar-benar melihat langsung karena ini menjadi persoalan serius dalam pariwisata kita saat ini,” tegasnya.
Lebih lanjut, Komisi VII mendorong agar sistem yang diterapkan oleh InJourney dapat menjadi pilot project dan direplikasi di berbagai destinasi wisata lain di Indonesia. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan lingkungan di Nusa Dua dapat menjadi model dalam meningkatkan daya saing pariwisata nasional.
“Kita berharap teknologi yang dimiliki ini bisa ditransfer dan diterapkan di daerah lain,” ujarnya.
Melalui kunjungan ini, Komisi VII menegaskan pentingnya penguatan pengelolaan lingkungan berbasis teknologi dalam mendukung pariwisata berkelanjutan. Sistem terpadu yang diterapkan di Nusa Dua diharapkan dapat menjadi acuan nasional dalam mengatasi persoalan sampah dan krisis air di destinasi wisata Indonesia.***





