Fajarasia.id – Atlet para-angkat berat Indonesia, Sriyanti menyumbang medali perak di nomor putri +86 kg. Pertandingan digelar di Xiaoshan Sport Centre Gymnasium, Hangzhou, Tiongkok, Sabtu (28/10/2023).
Sriyanti mencatatkan angkatan terbaiknya di angka 130 kg. Dalam tiga kali percobaan, pada angkatan pertama, Sriyanti mampu mengangkat beban 127 kg dengan mudah.
Angkatan kedua sebesar 130 kg juga berhasil dilaluinya. Sayangnya, saat melakukan percobaan ketiga di angka angkatan 132 kg, Sriyanti dinyatakan tidak sah oleh wasit.
Wakil tuan rumah Xuemei Deng berhasil memecahkan rekor Asian Para Games di kelasnya. Ini sekaligus membuatnya meraih medali emas dengan total angkatan terbaik 143 kg.
Di posisi ketiga, Nikoo Rozbahani asal Iran harus puas dengan angkatan terbaik 126 kg dalam tiga kali percobaan. Sriyanti mengatakan tak menyangka mampu membawa pulang medali perak, lantaran lawan yang ditemui cukup berat.
“Saya senang bahagia karena ini hal yang tidak terduga saya mengucapkan terima kasih atas doa semuanya. Saya terkejut dari pelatih tidak memberikan target. Tapi, target pribadi saya perak dan ini tercapai,” ucap Sriyanti, usai pertandingan.
Secara keseluruhan, tim para-angkat berat Indonesia juga telah melampaui target. Target yang diberikan adalah masing-masing satu medali perak dan perunggu.
“Total kita dapat dua perak dan satu perunggu. Kita bersyukur sekali kita bisa melampaui target yang diberikan pemerintah. Kita sangat bangga dengan atlet kita yang telah melalui proses yang panjang untuk raih hasil ini,” ucap Eko Supriyanto, pelatih para-angkat berat.****





