Fajarasia.id – Pemimpin sementara Bangladesh, Muhammad Yunus mengatakan, Bangladesh sedang mengalami revolusi yang dipimpin oleh mahasiswa setelah penggulingan Perdana Menteri Sheikh Hasina. Ia menyebut peristiwa ini sebagai revolusi yang tidak diragukan lagi, karena seluruh pemerintahan telah runtuh
Melansir dari The Daily Star, Yunus kembali ke Bangladesh dari Eropa yang ikutip Redaksi pada hari Selasa (13/8/2024) setelah dipanggil oleh para pemimpin mahasiswa pemimpin protes. Mereka meminta Yunus untuk memimpin reformasi demokrasi dan dia menghormati permintaan mereka.
Ia menyebut peristiwa ini sebagai revolusi yang tidak diragukan lagi, karena seluruh pemerintahan telah runtuh. Beberapa sekutu utama Hasina, termasuk mantan ketua Mahkamah Agung dan Gubernur Bank Sentral, kemudian mengundurkan diri.
Yunus menegaskan bahwa pengunduran diri mereka dilakukan secara sah, meskipun di bawah tekanan dari para mahasiswa. “Saya yakin mereka akan menemukan cara hukum untuk membenarkan semua ini, karena secara hukum semua langkah telah diikuti,” katanya.
Hasina, yang berusia 76 tahun, melarikan diri ke India setelah para demonstran memenuhi jalan-jalan Dhaka. Pemerintahannya dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia, termasuk pembunuhan di luar hukum terhadap ribuan lawan politik.
Yunus mengatakan bahwa kepergian Hasina dianggap sebagai ‘kepergian monster’. “Akhirnya, saat ini, monster itu sudah pergi,” kata Yunus.
Meskipun ada dukungan publik yang besar, Yunus memperingatkan bahwa pemerintah sementara akan menghadapi keputusan-keputusan sulit. Dia menekankan bahwa setiap keputusan akan diterima dengan berbagai reaksi, karena itulah dinamika pemerintahan.****





