Putu Supadma Sampaikan Hasil Pertemuan Komite Urusan Organisasi AIPA, Bertambahnya Jumlah Observer Tingkatkan Pengakuan Internasional

Putu Supadma Sampaikan Hasil Pertemuan Komite Urusan Organisasi AIPA, Bertambahnya Jumlah Observer Tingkatkan Pengakuan Internasional

Fajarasia.id – Wakil Ketua BKSAP DPR RI Putu Supadma Rudana menyampaikan hasil pertemuan Komite Organisasi AIPA yang membahas 14 draf resolusi bersama sembilan negara Anggota ASEAN. Pertemuan ‘Committe on Organizational Matters’ atau Komite Urusan Organisasi dilaksanakan pada Selasa (8/8/2023) dengan Putu sebagai pimpinan rapat.

Adapun 14 draf resolusi yang dibahas adalah pertama mengenai laporan tahunan sekretariat AIPA tahun 2022-2023. Kedua, Laporan Audit Keuangan Sekretariat AIPA tahun 2022-2023. “Keuangan tahunan AIPA dimulai setiap 1 Agustus dan berakhir setiap 31 Juli. Dikarenakan AIPA ke-44 dimulai lebih awal dari biasanya, laporan audit yang diserahkan bersifat sementara dengan pengeluaran aktual Agustus 2022-Juni 2023 dan proyeksi pengeluaran Juli 2023. Laporan keuangan akhir yang diaudit akan siap untuk diedarkan ke Parlemen Anggota AIPA oleh minggu pertama bulan September,” ujar Putu dalam Rapat Paripurna Sidang AIPA ke-44, di Jakarta, Rabu (9/8/2023).

Ketiga, proposal Anggaran Sekretariat AIPA Periode 1 Agustus 2023-31 Juli 2024, dan Peningkatan Sumbangan Tahunan Parlemen Anggota AIPA. Rapat Komite Organisasi secara ekstensif membahas usulan anggaran Sekretariat AIPA untuk periode 1 Agustus 2023 hingga 31 Juli 2024, dan usulan untuk meningkatkan kontribusi tahunan Parlemen Anggota AIPA.

“Setelah melalui pertimbangan yang luas, Rapat Komite Organisasi menyetujui usulan anggaran Sekretariat AIPA untuk periode 1 Agustus 2023 hingga 31 Juli 2024, dan kenaikan sebesar USD10.000 dalam kontribusi tahunan Parlemen Anggota AIPA. Mempertimbangkan situasi Myanmar saat ini, Komite menugaskan Sekretariat AIPA untuk mengkomunikasikan keputusan tentang kontribusi tahunan tambahan dengan Myanmar,” lanjutnya.

Empat, mengenai kontribusi wajib tahunan bagi para observers AIPA. Meningkatnya jumlah observers menunjukkan meningkatnya pengakuan internasional terhadap AIPA. Untuk itu, Komite Organisasi dengan suara bulat setuju untuk menerapkan kontribusi tahunan kepada observer sebesar USD7.500 per observer.

Lima, berkaitan dengan rencana strategis AIPA tahun 2023-2030. Selanjutnya resolusi ke enam, tujuh dan delapan adalah persetujuan terhadap Kuba, Turkiye dan Armenia sebagai negara observers baru AIPA. “Komite menyambut baik pengajuan dari Majelis Nasional Kekuatan Rakyat Republik Kuba, Majelis Nasional Agung Republik Turki, dan Majelis Nasional Republik Armenia. Komite menyetujui ketiga Parlemen untuk diberikan status sebagai pengamat AIPA,” jelasnya.

Resolusi ke sembilan adalah amandemen yang mengatur Anggota Parlemen Muda AIPA yang bertransformasi menjadi komite tetap AIPA. Lebih lanjut, resolusi ke sepuluh adalah mengenai amandemen pedoman keterlibatan AIPA dengan tamu dan pengamat untuk selanjutnya dibahas dalam gugus tugas yang dibentuk oleh komite eksekutif.

Selain itu, resolusi kesebelas, komite sepakat untuk membahas MoU antara AIPA dan Non-Blok Movement Parliamentary Network (NAM PN) dalam gugus tugas yang dibuat oleh komite eksekutif. Selanjutnya, Komite setuju untuk memberikan penghargaan atas jasa Teo Hon Pin dari Parlemen Singapura kepada AIPA. Komite juga memberikan apresiasi kepada Presiden AIPA Puan Maharani atas kepemimpinannya kepada organisasi serta partisipasi dan kontribusinya yang berkelanjutan terhadap AIPA.

Terakhir, Putu memaparkan bahwa Delegasi Lao PDR akan menjadi tuan rumah AIPA ke-45 pada 18-24 Oktober 2024 di Laos. “Merujuk pada hasil Rapat Komite Eksekutif, Komite menyatakan dukungannya terhadap pembentukan Satuan Tugas/Kelompok Kerja untuk membahas lebih lanjut pembentukan AIPA Digital Law Library, dan penyempurnaan Pedoman Keterlibatan AIPA dengan Eksternal. Selanjutnya, Komite mendukung pembuatan Ad-Hoc untuk membuat lagu AIPA baru,” tutupnya.****

Pos terkait