PKS Dorong Kemandirian Farmasi Hadapi Ancaman Harga Obat

PKS Dorong Kemandirian Farmasi Hadapi Ancaman Harga Obat

Fajarasia.id – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKS, Netty Prasetiyani, menyoroti potensi kenaikan harga obat-obatan akibat pelemahan rupiah. Ia menyebut kondisi ini harus menjadi alarm bagi dunia farmasi nasional.

“Yang harus menjadi perhatian utama adalah jangan sampai masyarakat, terutama pasien yang bergantung pada obat rutin, menjadi pihak paling terdampak akibat gejolak ekonomi dan konflik global,” kata Netty, Sabtu (6/6/2026).

Netty menegaskan Indonesia masih bergantung pada bahan baku impor. Ia mendorong pemerintah memperkuat produksi dalam negeri melalui dukungan riset, insentif industri, dan kolaborasi lintas kementerian. “Ketahanan kesehatan tidak cukup hanya dengan rumah sakit dan tenaga medis. Kita juga harus mandiri dalam penyediaan obat-obatan strategis,” ujarnya.

Selain itu, Netty meminta pemerintah melakukan pemantauan berkala terhadap harga obat agar tidak terjadi lonjakan yang membebani masyarakat. “Pemerintah perlu memastikan setiap penyesuaian harga dilakukan secara terukur dan proporsional,” tambahnya.

Sebelumnya, Kepala BPOM Taruna Ikrar menyebut potensi kenaikan harga obat memang ada, mengingat sebagian besar bahan baku masih diimpor. Pemerintah, katanya, berupaya menekan dampak dengan mencari pemasok alternatif dan menyesuaikan kemasan produk.****

 

Pos terkait