Fajarasia.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut masyarakat Indonesia kini memiliki daya beli yang lebih baik. Hal itu tercermin dari pertumbuhan konsumsi rumah tangga sebesar 5,52% pada kuartal I-2026, yang menjadi pendorong utama laju ekonomi nasional hingga mencapai 5,61% year-on-year, tertinggi sejak kuartal III-2022.
“Artinya daya beli masyarakat juga membaik,” kata Purbaya di kantornya, Selasa (12/5/2026). Ia menegaskan lonjakan konsumsi tidak semata dipicu faktor musiman seperti Ramadan dan Lebaran, melainkan karena isi dompet warga RI memang lebih kuat dibanding tahun lalu.
Menurutnya, sejumlah kebijakan pemerintah menjadi faktor pendorong, antara lain menjaga likuiditas melalui penempatan dana pemerintah sebesar Rp300 triliun dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke bank-bank Himbara sejak September 2025. Selain itu, belanja negara dipercepat di awal tahun dengan realisasi Rp815 triliun per Maret 2026, tumbuh 31,4% yoy.
Purbaya juga menyoroti percepatan pembayaran subsidi dan kompensasi kepada BUMN seperti Pertamina dan Pupuk Indonesia, yang berdampak pada kelancaran pembayaran kontraktor mitra bisnis mereka. “Kalau Pertamina dibayar tepat waktu, seluruh subkontraktor juga akan dibayar tepat waktu. Itu memutarkan ekonomi,” jelasnya.
Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap daya dorong ekonomi lebih merata sepanjang tahun, sekaligus memperkuat konsumsi rumah tangga sebagai tulang punggung pertumbuhan nasional.****





