Produksi Jagung RI Turun 2,69% hingga Juni 2026

Produksi Jagung RI Turun 2,69% hingga Juni 2026

Fajarasia.id — Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan produksi jagung pipilan kering kadar air 14% sepanjang Januari–Juni 2026 mencapai 8,33 juta ton. Angka ini turun 0,23 juta ton atau 2,69% dibanding periode yang sama tahun 2025.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan penurunan produksi terutama terjadi pada Maret 2026, dengan output 1,40 juta ton, lebih rendah dari 1,64 juta ton pada Maret 2025. Penurunan ini sejalan dengan berkurangnya luas panen yang hanya 0,25 juta hektare, turun dari 0,29 juta hektare tahun sebelumnya.

Untuk periode April–Juni 2026, potensi produksi jagung diperkirakan 3,77 juta ton, turun 1,17% dibanding tahun lalu. Secara kumulatif, luas panen semester I-2026 diperkirakan 1,46 juta hektare, menyusut 2,51% secara tahunan.

Ateng menegaskan, angka potensi produksi masih bisa berubah mengikuti kondisi lapangan, seperti serangan hama, banjir, kekeringan, hingga pola panen petani. “Ketika luas panen berkurang, otomatis produksi ikut tertekan. Faktor cuaca dan kondisi tanaman akan sangat menentukan hasil akhir,” ujarnya.

Penurunan ini menjadi sinyal penting bagi pemerintah dan pelaku pertanian untuk memperkuat strategi mitigasi agar pasokan jagung tetap terjaga di tengah kebutuhan pangan dan pakan ternak yang terus meningkat.***

Pos terkait