Fajarasia.id — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa hubungan dirinya dengan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dibangun atas dasar persahabatan, bukan kendali politik. Hal ini disampaikan Prabowo saat meresmikan pabrik petrokimia PT Lotte Chemical Indonesia di Cilegon, Banten.
Dalam sambutannya, Prabowo menepis narasi yang menyebut dirinya berada di bawah pengaruh Jokowi. Ia menekankan bahwa Jokowi tidak pernah menitipkan kepentingan apa pun kepadanya.
“Saya bukan Prabowo yang takut sama Jokowi, atau dikendalikan oleh Pak Jokowi. Tidak ada itu. Pak Jokowi tidak pernah nitip apa-apa kepada saya,” ujar Prabowo.
Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa hubungan keduanya adalah bentuk pertemanan yang erat. Ia bahkan menyebut Jokowi sebagai hopeng, istilah dari dialek Hokkien yang berarti sahabat karib atau teman dekat yang sangat dipercaya.
“Untuk apa saya takut sama beliau? Saya hopeng sama beliau, kok takut,” ucap Prabowo sambil tertawa.
Tanggapan Pengamat
Pernyataan Prabowo turut mendapat sorotan dari pengamat politik Ray Rangkuti, yang menilai bahwa pernyataan tersebut memperlihatkan kedekatan personal antara Prabowo dan Jokowi, sekaligus menegaskan posisi independen Prabowo sebagai kepala negara.
Makna Hopeng
Istilah hopeng berasal dari bahasa Hokkien, 好朋 (hó-pêng), yang secara harfiah berarti teman baik. Dalam konteks budaya Tionghoa, hopeng merujuk pada sahabat karib yang memiliki ikatan kepercayaan mendalam.
Penegasan
Dengan pernyataan ini, Prabowo ingin menepis anggapan bahwa kepemimpinannya masih berada di bawah bayang-bayang Jokowi. Ia menekankan bahwa hubungan mereka adalah persaudaraan yang saling menghormati, bukan hubungan subordinasi.****





