Istri Gubernur Riau Abdul Wahid Syok, Rumah Mewah di Cilandak Sepi Usai Penetapan Tersangka KPK

Istri Gubernur Riau Abdul Wahid Syok, Rumah Mewah di Cilandak Sepi Usai Penetapan Tersangka KPK

Fajarasia.id  — Suasana sepi menyelimuti kompleks perumahan Harewood House, Cilandak, Jakarta Selatan, terutama di kediaman Gubernur Riau Abdul Wahid. Rumah tiga lantai bergaya modern itu tampak sunyi setelah sang pemilik ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan pemerasan di Dinas PUPR PKPP Riau.

Pantauan di lokasi menunjukkan hanya ada beberapa kerabat, seorang asisten rumah tangga, serta sekuriti pribadi yang berada di rumah tersebut. Dua unit kendaraan mewah, Honda CRV dan Toyota Alphard berwarna hitam, terparkir di garasi.

Menurut keterangan asisten rumah tangga, Abdul Wahid jarang berkunjung ke rumah itu sejak dilantik sebagai Gubernur Riau pada 2024. Ia menyebutkan bahwa istri Abdul Wahid saat ini masih berada di Riau dan dikabarkan syok setelah mengetahui kasus hukum yang menjerat suaminya.

“Ibu kondisinya syok, masih di Riau, masih didampingi,” ungkap sang ART.

Kasus Pemerasan

KPK menetapkan Abdul Wahid bersama Kepala Dinas PUPR PKPP Riau, M Arief Setiawan, dan Tenaga Ahli Gubernur, Dani M Nursalam, sebagai tersangka. Mereka diduga meminta jatah sebesar 5 persen dari penambahan anggaran proyek infrastruktur senilai Rp106 miliar. Dari kesepakatan Rp7 miliar, Abdul Wahid diduga menerima Rp2,25 miliar dalam tiga tahap.

Operasi tangkap tangan KPK mengamankan barang bukti Rp1,6 miliar, terdiri dari uang tunai Rp800 juta serta mata uang asing senilai 9.000 poundsterling dan 3.000 dolar AS.

Reaksi Tetangga

Tetangga Abdul Wahid di kompleks perumahan mengaku kaget atas penetapan tersangka tersebut. Seorang warga bernama Yadi menyebut Wahid dikenal ramah dan kerap berbagi oleh-oleh usai dinas luar kota.

“Saya kaget dengar kabar itu. Selama ini beliau orangnya baik, sederhana, dan sering berbagi dengan tetangga,” ujar Yadi.

Seorang sekuriti bernama Darma juga menuturkan bahwa Abdul Wahid dikenal ramah, meski jarang berinteraksi sejak menjabat Gubernur Riau. Ia mengingat momen lebaran ketika Wahid membagikan tunjangan hari raya kepada para penjaga kompleks.

Penegasan KPK

Wakil Ketua KPK Johanis Tanak menegaskan bahwa Abdul Wahid diduga melakukan pemerasan terkait pengalokasian anggaran tambahan di Dinas PUPR PKPP Riau. Ketiga tersangka kini ditahan di Rutan KPK dan dijerat pasal pemerasan serta gratifikasi sesuai Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.****

Pos terkait