Fajarasia.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah serius menangani praktik underinvoicing yang merugikan negara selama puluhan tahun. Salah satu langkah yang ditempuh adalah membentuk BUMN khusus ekspor bernama PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI).
Underinvoicing merupakan kecurangan dengan mencatat nilai barang ekspor atau impor lebih rendah dari harga sebenarnya. Praktik ini disebut telah berlangsung selama 34 tahun dan membuat negara kehilangan pendapatan hingga Rp15.400 triliun.
CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi, Rosan Roeslani, menjelaskan PT DSI akan memastikan ekspor komoditas strategis berlangsung transparan. “Platform yang kami set up adalah one platform, multiple benefit. Dunia senang, Indonesia lebih bahagia,” ujarnya di DPR RI, Kamis (21/5/2026).
Tahap awal operasional PT DSI akan memeriksa laporan transaksi, nilai, volume, hingga komoditas yang diekspor. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan harga sesuai indeks pasar global, sehingga penerimaan negara tidak lagi bocor akibat manipulasi data.
Prabowo menekankan pembentukan BUMN ekspor ini sebagai jurus utama memberantas praktik curang yang telah menjadi “penyakit menahun” dalam perdagangan internasional.***





