Fajarasia. id – Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Tembesi di Batam, Kepulauan Riau, digadang-gadang menjadi model pengembangan energi terbarukan berbasis pemanfaatan waduk di Indonesia. Dengan kapasitas 46 MWp, proyek ini menjadi yang pertama di Batam dan terbesar kedua secara nasional setelah PLTS Cirata.
Inovasi Energi Terbarukan di Atas Air
PLN Nusantara Renewables (NR) memperkenalkan PLTS Terapung Tembesi sebagai langkah strategis dalam mendukung transisi energi bersih. Direktur Operasi PLN NR, Kuswara, menyebut bahwa proyek ini merupakan pionir di Batam dan diharapkan dapat direplikasi di waduk-waduk lain yang tersebar di wilayah tersebut.
“Batam memiliki banyak waduk yang potensial untuk dimanfaatkan sebagai ladang panel surya. PLTS Tembesi bisa menjadi contoh untuk pengembangan serupa di masa depan,” ujar Kuswara.
PLTS ini dirancang untuk mengapung di atas Waduk Tembesi, memanfaatkan teknologi panel surya bifacial yang mampu menyerap energi dari dua sisi, sehingga meningkatkan efisiensi produksi listrik hingga 30%.
Proyek Strategis Nasional dan Dampak Ekonomi
PLTS Terapung Tembesi masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional dan ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada pertengahan tahun 2026. Dengan kapasitas 46 MWp, pembangkit ini diperkirakan mampu menghasilkan listrik bersih sebesar 57 GWh per tahun.
Selain mendukung kebutuhan energi di Kepulauan Riau, proyek ini juga diharapkan menarik minat investor asing untuk berinvestasi di Batam, sehingga turut mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Kolaborasi dan Pendanaan
Proyek ini merupakan hasil kerja sama antara PLN Nusantara Power dan PT TBS Energi Utama melalui perusahaan patungan PT Nusantara Tembesi Baru Energi (NTBE). Investasi senilai Rp 481 miliar telah disiapkan untuk pembangunan PLTS ini, dengan dukungan pendanaan dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero).
Direktur Utama PLN NR, Harjono, menegaskan bahwa proyek ini menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam mendukung target bauran energi terbarukan nasional dan pengurangan emisi karbon.
Menuju Masa Depan Energi Hijau
Dengan keberadaan PLTS Terapung Tembesi, Batam diharapkan menjadi pusat pengembangan energi baru dan terbarukan di Indonesia. Proyek ini tidak hanya menjadi solusi energi bersih, tetapi juga simbol kemajuan teknologi dan kolaborasi nasional dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
PLN NR berharap kesuksesan proyek ini dapat menginspirasi pembangunan PLTS terapung lainnya di berbagai daerah, mempercepat transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.***





