Fajarasia.id – Anggota Komisi XI DPR RI Amin Ak mengingatkan Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan terkait potensi meningkatnya fenomena residential outflow yang dapat berdampak pada stabilitas ekonomi nasional. Fenomena ini merujuk pada kecenderungan masyarakat atau pelaku ekonomi memindahkan aset dan dana ke luar negeri di tengah ketidakpastian global.
“Persoalannya bukan lagi sekadar dinamika pasar keuangan, tetapi juga menyangkut persepsi terhadap masa depan perekonomian Indonesia. Karena itu, fenomena ini perlu menjadi perhatian serius,” kata Amin dalam keterangan pers, Senin (1/6/2026).
Ia menilai residential outflow harus diperlakukan sebagai sinyal dini (early warning signal) yang direspons hati-hati, berbasis data, dan tanpa menimbulkan kepanikan pasar. Amin mendorong pemerintah memperkuat kepercayaan pasar melalui kebijakan fiskal yang kredibel, konsisten, dan terkoordinasi.
Selain itu, ia meminta BI dan pemerintah memperdalam pasar keuangan domestik, memperluas instrumen investasi yang kompetitif, serta menjaga disiplin fiskal agar persepsi risiko tetap terkendali. “Menjaga kepercayaan investor domestik sama pentingnya dengan menarik investasi asing,” ujarnya.
Menurut Amin, optimisme pemilik modal nasional akan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global.***





