Fajarasia.id – PLN Indonesia Power (PLN IP) berhasil menambah daya listrik sebesar 949 Megawatt (MW). Penambahan daya listrik karena beroperasinya sejumlah pembangkit pada 2024, kemudian penambahan lebih dari 2.000 MW atau 2 Gigawatt (GW) pada tahun 2025.
Direktur Utama PLN Indonesia Power Edwin Nugraha Putra mengatakan penambahan daya listrik akan semakin menggeliatkan perekonomian masyarakat. Oleh sebab itu, PLN Indonesia Power berkomitmen menjaga kelancaran akses listrik pada masyarakat.
“PLN Indonesia Power memiliki total Daya Mampu Netto (DMN) pasokan listrik yang lebih dari 19,5 Gigawatt (GW). Listrik yang kita punya ini menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih pesat,” kata Edwin dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi pada Kamis (13/03/2025).
Edwin merinci tambahan daya listrik sebesar 949 MW berasal dari sejumlah pembangkit yang beroperasi pada 2024, yaitu BMPP Nusantara 1 Ambon berkapasitas 60 MW. Selanjutnya PLTGU Tambak Lorok Blok 3 berkapasitas 779 MW dan PLTA Jatigede 110 MW yang dikelola oleh PLN IP.
Sementara di tahun 2025 akan ada beberapa tambahan pembangkit baru. Tamban tersebut dalam tahap sinkronisasi yaitu PLTU Jawa 9 dan 10 2×1000 MW dan BMPP Nusantara 2 Kolaka 60 MW.
“PLN Indonesia Power berkomitmen berupaya optimal dalam memenuhi kebutuhan pasokan listrik di Indonesia yang terus meningkat. Seiring dengan meningkatnya penggunaan peralatan yang sumber energinya berasal dari listrik,” ujar1 Edwin.
Edwin mengatakan Tambahan pasokan energi tersebut mendukung pencapaian swasembada energi berkelanjutkan di Indonesia. Swasembada energi yang dicanangkan Pemerintahan Presiden Pabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabumung Raka.
Menurut Edwin, PLN Indonesia Power juga akan terus berinovasi memanfaatkan energi baru terbarukan (EBT). Inovasi untuk mewujudkan kemandirian energi berkelanjutan, serta mengoptimalkan green booster transisi energi dengan memanfaatkan biomasa
Biomasa untuk mengurangi penggunaan batubara atau yang lebih dikenal dengan cofiring. Program ini sebagai upaya untuk menurunkan emisi karbon dari sektor kelistrikan guna mendukung Pemerintah dalam mencapai target Net Zero Emission pada 2060.
“PLN Indonesia Power sangat serius dalam mengembangkang EBT di Indonesia, hal tersebut terbukti dengan digagasnya proyek Hijaunesia dan Hydronesia. Proyek ini dapat menambah kapasitas listrik berbasis EBT sebesar 2,4 GWh secara bertahap hingga tahun 2035,” jelas Edwin.****




