Fajarasia.id – Direktur Fasilitasi Penanganan Korban dan Pengungsi BNPB Yus Rizal mengatakan, penanganan banjir Demak memasuki masa pemulihan. Menjelang berakhirnya masa tanggap darurat, Senin (4/3/2024), situasi wilayah terdampak banjir telah berangsur kondusif.
Rizal menyebut, memasuki masa pemulihan, upaya pembersihan lokasi dan perbaikan infrastruktur yang sifatnya darurat telah dilakukan. Sedangkan upaya yang bisa dimaksimalkan pada masa transisi adalah perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon).
“Untuk mempersiapkan Rencana Rehabilitasi Rekonstruksi Pascabencana (R3P) tentunya kita membutuhkan Jitupasna atau Kajian Kebutuhan Pascabencana. Data yang masuk kemudian akan kita pilah, mana yang akan dimintakan dukungan ke kabupaten, provinsi, atau pusat”, kata Yus dalam siaran pers BNPB dikutip, Sabtu (2/3/2024).
Yus mendorong Pemerintah Kabupaten Demak untuk segera mendata kerusakan, kerugian, dan kebutuhan sarana dan prasarana terdampak banjir. Hal ini guna percepatan proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
Selain itu, pendataan dimaksudkan agar warga terdampak banjir Demak bisa segera pulih dan kembali ke aktivitas normalnya. Pengajuan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi dapat diakses melalui http://www.eproposal.rr.bnpb.go.id/.
E-Proposal Rehabilitasi dan Rekonstruksi merupakan aplikasi untuk memasukkan proposal atau usulan bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Yaitu dari pemerintah daerah kepada pemerintah pusat.
Aplikasi berbasis situs web (online) ini dikembangkan oleh Kedeputian Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB. Hal ini guna memudahkan pemerintah daerah, dalam menyampaikan proposal secara efektif, efisien, akuntabel, dan transparan.****





