Fajarasia.id – Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menggelar pertemuan dengan Menteri Energi dan Infrastruktur Uni Emirat Arab (UEA), Suhail Mohamed Al Mazrouei, di Jakarta. Pertemuan tersebut membahas sejumlah peluang kerja sama investasi, dengan fokus utama pada proyek hilirisasi alumina di Kalimantan Barat.
Rosan menjelaskan bahwa Indonesia melihat potensi besar untuk memperluas kerja sama dengan UEA, meski negara tersebut telah banyak berinvestasi di sektor energi terbarukan. “Salah satu yang kami tawarkan adalah hilirisasi alumina di Kalimantan Barat, yang memang sudah siap untuk dijalankan,” ujarnya usai pertemuan.
Selain alumina, Indonesia juga membuka peluang investasi di bidang pengelolaan sampah. Rosan menyebutkan bahwa setelah meluncurkan tujuh proyek awal, pemerintah akan kembali meluncurkan proyek lanjutan yang diharapkan menarik minat investor UEA.
Kedua pihak juga membahas kerja sama di sektor pusat data, mengingat tingginya kebutuhan Indonesia terhadap infrastruktur digital. Delegasi UEA bahkan memberikan gambaran mengenai skema investasi bersama yang bisa dijalankan.
Rosan menambahkan, UEA menunjukkan ketertarikan untuk berinvestasi di bidang infrastruktur, termasuk pengembangan pelabuhan. “Mereka memiliki pengalaman yang baik dalam pengelolaan port, sehingga diskusi ini akan terus kita tindak lanjuti agar bisa segera diimplementasikan,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Suhail Mohamed Al Mazrouei menegaskan kesiapan UEA untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia. “Potensi investasi di Indonesia jauh lebih besar dibandingkan apa yang sudah kami lakukan. Kami berharap bisa meningkatkan jumlah investasi dan menghadirkan proyek baru,” ujarnya.
Menurut Suhail, tujuan utama kerja sama ini adalah menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia sekaligus memperkuat pasokan energi nasional.






