Fajarasia.id – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman merespons wacana Perum Bulog untuk mengakuisisi perusahaan beras Kamboja. Amran mengaku tidak masalah selama itu bisa membantu mengoptomalkan atau menggerakkan ekonomi dalam Negeri.
“Saya kira tidak masalah (akuisisi), yang terpenting optimalkan potensi dalam negeri. Karena itu bisa menggerakkan ekonomi dalam negeri,” kata Amran, Jumat (21/6/2024).
Ia mengatakan, upaya optimalisasi sumber daya pangan dalam negeri bisa dilakukan dengan berbagai cara. Diantarajya, melalui optimalisasi sawah, pompanisasi, serta kemungkinan mencetak sawah.
“Negara kita luas, toh kita pernah swasembada bahkan swasembada sempurna, definisinya impor maksimal 10 persen. Saat itu swasembada sempurna karena impor beras medium 0 persen,” ujar Amran.
Mentan pun berharap proyek pompanisasi yang dilakukan di seluruh provinsi akan bisa mengantisipasi penurunan stok pangan. Ini akibat kekeringan yang diprediksi terjadi pada Juli-Oktober tahun ini.
“Karena sekarang kita solusi cepat adalah pompanisasi, kemarin kami mendampingi Presiden. Beliau lihat di Jawa Tengah (pompanisasi) ini solusi tepat menghadapi kekeringan dan El Nino,” ujarnya.
Sebelumnya, Perum Bulog akan melakukan akuisisi beberapa sumber beras dari Kamboja. Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menyebut, bahwa akuisisi tersebut dilakukan atas perintah dari Presiden Joko Widodo.***






