Mensos Minta Warga Aktif Koreksi Data Bansos Lewat Aplikasi dan WhatsApp

Mensos Minta Warga Aktif Koreksi Data Bansos Lewat Aplikasi dan WhatsApp

Fajarasia.id  – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengajak masyarakat untuk lebih aktif dalam mengoreksi data penerima bantuan sosial (bansos). Menurutnya, partisipasi warga sangat penting agar penyaluran bansos tepat sasaran dan adil.

“Kami sangat membutuhkan sebanyak mungkin informasi tentang kondisi keluarga penerima manfaat,” ujar Saifullah usai menghadiri acara Doa Bersama Mengawali 2026 di Kantor Kemensos, Jakarta, Jumat (9/1/2026).

Saifullah menekankan, setiap usulan maupun sanggahan terkait data penerima bansos harus disertai bukti. Hal ini diperlukan agar laporan bisa diproses lebih lanjut. Ia menyebut aplikasi Cek Bansos sebagai jalur utama masyarakat untuk mengirimkan laporan.

Bagi warga yang kesulitan menggunakan aplikasi, Kemensos menyediakan Command Center yang beroperasi 24 jam melalui nomor 021 171. “Silakan gunakan aplikasi Cek Bansos atau hubungi 021 171 yang beroperasi dua puluh empat jam,” ucapnya.

Saat ini pemerintah sedang memutakhirkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis penyaluran bansos. DTSEN resmi menggantikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sejak Februari 2025 berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025.

Sepanjang 2026, seluruh bansos akan disalurkan menggunakan DTSEN yang diperbarui secara berkelanjutan. Pemutakhiran dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Kemensos, serta diverifikasi melalui Musyawarah Desa (Musdes).

Selain aplikasi dan Command Center, Kemensos juga menyiapkan layanan pengaduan bansos lewat WhatsApp. Sistem ini sudah selesai dibangun dan tinggal menunggu pelatihan petugas. “Di samping ada Command Center dan aplikasi, nanti juga bisa dilayani lewat nomor WhatsApp untuk urusan bansos,” kata Saifullah.

Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan bansos benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak. Dengan keterlibatan aktif warga, data penerima bansos diharapkan semakin akurat sehingga tidak ada lagi bantuan yang salah sasaran.

Pos terkait