Yenny Wahid Tekankan Pentingnya Refleksi Awal Tahun

Yenny Wahid Tekankan Pentingnya Refleksi Awal Tahun

Fajarasia.id  – Direktur The Wahid Institute, Yenny Wahid, menegaskan pentingnya melakukan refleksi di awal tahun 2026. Menurutnya, pengalaman tahun lalu menjadi pelajaran berharga agar setiap orang menyiapkan langkah yang lebih baik di tahun ini.

Dalam sambutannya di acara Syukur Awal Tahun PGI 2026 di GRHA Oikoumene, Jakarta, Jumat (9/1/2026), Yenny menyebut refleksi bukan sekadar merenung, melainkan upaya aktif membangun keselamatan bagi manusia dan lingkungan. “Keselamatan bukan sesuatu yang bisa ditunggu, melainkan harus diupayakan. Kita bisa menjadi alat Tuhan untuk membawa keselamatan, baik bagi diri sendiri maupun sesama,” ujarnya.

Yenny menekankan bahwa refleksi mencakup perilaku, lisan, relasi dengan sesama, hingga tanggung jawab terhadap lingkungan hidup. Ia menilai bencana yang terjadi di akhir 2025 bukanlah hukuman, melainkan panggilan untuk menata ulang hubungan manusia dengan alam.

“Mewujudkan keselamatan artinya menata tingkah laku, lisan, dan hubungan kita dengan semua pihak,” kata Yenny. Ia juga mengingatkan agar keselamatan dibawa dengan cara yang baik, tanpa memaksakan keyakinan kepada orang lain.

Menurut Yenny, niat baik bisa salah arah jika dilakukan dengan cara memaksa. “Ke depan saya berharap kita semua menyelamatkan manusia lain bukan dengan cara memaksa mereka mengikuti keyakinan kita, tetapi menghormati haknya untuk berbeda,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Staf Khusus Menteri Agama Gugun Gumilar menegaskan bahwa ekoteologi menjadi program prioritas Kementerian Agama tahun 2026. Program ini menekankan keimanan yang berdampak nyata terhadap kepedulian lingkungan.

“Ajaran agama mengajarkan manusia untuk menjaga dan merawat lingkungan secara bertanggung jawab. Tuhan memberikan mandat kepada manusia untuk memelihara lingkungan,” kata Gugun.

Ia mengajak seluruh umat beragama bekerja sama menjaga lingkungan agar tetap sehat dan terhindar dari bencana. Gugun juga menekankan pentingnya kerukunan antarumat beragama sebagai kunci menuju Indonesia Emas 2045.

Pesan Yenny Wahid dan Gugun Gumilar di awal tahun ini menjadi pengingat bahwa refleksi bukan hanya soal pribadi, tetapi juga menyangkut hubungan sosial dan tanggung jawab terhadap alam. Dengan refleksi, diharapkan masyarakat lebih siap menghadapi tantangan sekaligus menjaga harmoni demi masa depan bangsa.

Pos terkait