Iran Serang Pangkalan Udara Kuwait, Lima Warga Amerika Terluka di Tengah Negosiasi Damai

Iran Serang Pangkalan Udara Kuwait, Lima Warga Amerika Terluka di Tengah Negosiasi Damai

Fajarasia.id – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah sebuah rudal balistik Fateh-110 menghantam pangkalan udara Ali Al Salem di Kuwait pada Kamis. Serangan tersebut menyebabkan lima orang Amerika, termasuk kontraktor dan personel aktif, mengalami luka ringan.

Menurut laporan, sistem pertahanan Kuwait berhasil mencegat rudal tersebut dengan bantuan dua drone MQ-9 Reaper. Namun, serpihan tetap mengenai pangkalan, menghancurkan satu drone dan merusak parah yang lainnya. Drone tersebut masing-masing bernilai sekitar $30 juta.

Serangan ini terjadi meski ada kesepakatan gencatan senjata sementara yang dicapai pada April lalu. US Central Command menyebut insiden tersebut sebagai “pelanggaran gencatan senjata yang sangat serius,” sementara Kementerian Luar Negeri Kuwait menuduh Iran melakukan “agresi terang-terangan.”

Pangkalan Ali Al Salem, yang dijuluki “The Rock” karena lokasinya yang lebih tinggi dari gurun sekitarnya, terletak sekitar 39 mil dari Irak. Serangan ini menambah daftar panjang pelanggaran yang dilakukan sejak perang dimulai pada Februari, di mana ribuan nyawa telah melayang dan penutupan Selat Hormuz memicu krisis energi global.

Presiden Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa ia sedang meninjau proposal kesepakatan damai. Ia menegaskan bahwa syarat utama adalah Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir dan harus membuka kembali Selat Hormuz tanpa biaya atau pembatasan. Namun, Iran menolak syarat tersebut dan menegaskan tidak akan menyerahkan hak nuklirnya.

Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan di forum pertahanan Shangri-La di Singapura bahwa pasukan Amerika siap “melanjutkan perang jika diperlukan.”.***

Pos terkait