Menlu Retno : Ini Makna Tema Keketuaan Indonesia di ASEAN 2023

Menlu Retno : Ini Makna Tema Keketuaan Indonesia di ASEAN 2023

Fajarasia.id – Tahun 2023 merupakan tahun keempat bagi Indonesia mengemban tugas sebagai Ketua ASEAN. Sebelumnya, Indonesia tercatat telah menjadi Ketua ASEAN pada 1976, 2003 dan 2011.

Pada keketuaannya kali ini, Indonesia mengusung tema “ASEAN Matters: Epicentrum of Growth”. Dimana terdapat dua elemen dalam tema tersebut.

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno Marsudi mengungkapkan melalui tema itu Indonesia ingin kawasan ASEAN tetap relevan dan penting. Serta menjadi pusat pertumbuhan ekonomi.

“Elemen pertama adalah “ASEAN Matters (ASEAN Penting) bagaimana Indonesia dan keketuaannya tetap menjadikan ASEAN itu relevan. Penting tidak saja bagi rakyat Indonesia juga bagi rakyat ASEAN dan beyond jadi beyondnya itu ada di luar ASEAN,” kata Menlu Retno usai “Kickoff” Keketuaan Indonesia di ASEAN 2023 di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (29/1/2023).

“Kemudian, yang kedua kita ingin ASEAN tetap memerankan peran sentral, sehingga tetap menjadi motor dapat berkontribusi bagi stabilitas dan perdamaian kawasan,” ujar Menlu.

Retno menjelaskan, Epicentrum of Growth (Pusat Pertumbuhan), merujuk pada tren positif pertumbuhuan ekonomi di kawasan. Bahkan, Bank Pembangunan Asia (ADB) memprediksikan pertumbuhan ekonomi Asia Tenggara 2023 sebesar 4,7 persen.

“Kalau kita lihat ASEAN sejarah ASEAN itu selalu terkait dengan masalah ekonomi dan hampir semua waktu. Itu menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi di kawasan ASEAN selalu lebih tinggi dari dunia,” ucap Retno.

Untuk proyeksi 2023 misalnya, menurut Menlu, proyeksi pertumbuhan ASEAN oleh ADB (Asian Development Bank) itu 4,7 persen. Sementara, oleh World Bank proyeksi untuk pertumbuhan ekonomi dunia adalah 1,7.

“Nah, ini bapak presiden menginginkan agar hal ini dapat. Ini aset akan terus kita tingkatkan,” ucap Menlu Retno.

Guna mencapai target tersebut, Indonesia memfokuskan penguatan kerja sama di empat bidang. Antara lain di bidang kesehatan karena pandemi belum tuntas.

“Yang kedua di bidang energi. Kemudian yang ketiga di bidang pangan dan yang keempat penguatan untuk kerjasama keuangan,” ujar Retno.

Dirjen Kerja Sama ASEAN Kemenlu RI, Sidharto R. Suryodipuro mengungkapkan, Keketuaan Indonesia di ASEAN kerap berada di “persimpangan jalan”. “ASEAN itu tiga kali, sebelumnya Indonesia memimpin itu selalu di kawasan ‘persimpangan jalan’,” ujar Sidharto.***

Pos terkait