Fajarasia.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Airlangga Hartarto menyebutkan kelas menengah sangat penting bagi ekonomi. Mereka berperan sebagai motor penggerak perekonomian nasional yang terus berkembang.
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN), pertumbuhan ekonomi yang konsisten di angka 6-7 persen menjadi target utama. Salah satu syarat untuk mencapainya adalah mempertebal jumlah kelas menengah di Indonesia.
“Kelas menengah kita sekitar 17,13 persen. Aspiring middle class hampir 50 persen, tetapi angka ini turun karena COVID-19,” kata Airlangga usai mengelar Dialog Ekonomi bertajuk “Peran dan Potensi Kelas Menengah Menuju Indonesia Emas 2045 dalam rangka HUT ke 58 Kemenko Perekonomian bersama para mantan menko perekonomian dan pejabat lainnya di Jakarta, Selasa (27/8/2024) kemarin.
Airlangga mengatakan, calon kelas menengah atau aspiring middle class adalah kelompok yang rentan miskin. Mereka sudah naik kelas tapi masih belum sepenuhnya aman dari kemiskinan.
Ia merinci sektor perumahan merupakan pengeluaran terbesar kedua bagi kelas menengah saat ini. Karena itu, kebijakan pemerintah di sektor ini menjadi sangat penting untuk mendukung mereka.
Pemerintah kata dia berupaya mendorong pertumbuhan kelas menengah melalui subsidi perumahan. Subsidi tersebut meliputi insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 100 persen hingga Desember 2024.
Kuota subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) juga dinaikkan dari 166 ribu unit menjadi 200 ribu unit. Ini bertujuan untuk meningkatkan daya beli kelas menengah dalam membeli rumah.
Selain itu, pemerintah juga meluncurkan program seperti perlindungan sosial dan insentif pajak. Ada juga Program Kartu Prakerja, Jaminan Kehilangan Pekerjaan, dan Kredit Usaha Rakyat (KUR).***





