Menaker Dorong Perusahaan Ubah Pola Pikir K3 Demi Budaya Kerja yang Lebih Aman

Menaker Dorong Perusahaan Ubah Pola Pikir K3 Demi Budaya Kerja yang Lebih Aman

Fajarasia.id  – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengajak para pelaku usaha untuk membangun budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan pendekatan baru yang lebih berpusat pada manusia. Menurutnya, transformasi pola pikir menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif.

Dalam pernyataan resmi yang disampaikan di Jakarta, Kamis (30/10/2025), Yassierli menekankan bahwa paradigma lama tentang K3 perlu ditinjau ulang agar lebih relevan dengan tantangan dunia kerja saat ini.

“Kita perlu menggeser cara pandang lama. Keselamatan bukan sekadar tidak adanya kecelakaan, melainkan tentang kapasitas dan kesiapan menghadapi risiko,” ujarnya.

Ia mencontohkan bahwa seseorang yang sehat bukan berarti tidak pernah sakit, tetapi aktif menjaga kesehatannya melalui olahraga dan pola hidup sehat. Hal serupa berlaku dalam dunia kerja—tidak adanya kecelakaan bukan jaminan sistem K3 sudah optimal, melainkan harus dilihat dari seberapa aktif program K3 dijalankan.

Tiga Pilar Pola Pikir Baru K3

Yassierli merinci tiga aspek penting dalam perubahan pola pikir K3:

  1. Keselamatan sebagai kapasitas, bukan sekadar ketiadaan kecelakaan. Perusahaan perlu membangun sistem yang mampu mendeteksi dan merespons risiko secara aktif.
  2. Manusia sebagai solusi, bukan sumber masalah. Menaker menekankan pentingnya melibatkan pekerja dalam proses identifikasi risiko dan pengambilan keputusan. “Mereka yang paling tahu titik rawan di lapangan,” katanya.
  3. Kesalahan manusia bukan untuk disalahkan, tetapi dipahami sebagai bagian dari sistem yang perlu diperbaiki. Faktor manusia harus dilihat sebagai elemen proaktif yang bisa mencegah insiden jika diberi ruang dan dukungan.

Harapan untuk Dunia Usaha

Yassierli, yang juga merupakan Guru Besar dari Institut Teknologi Bandung (ITB), berharap pendekatan baru ini dapat memperkuat budaya K3 di perusahaan dan mendorong kepatuhan serta produktivitas kerja.

“Dengan pola pikir yang tepat, kita bisa membangun tempat kerja yang lebih tangguh dan berkelanjutan,” tutupnya.****

Pos terkait