Fajarasia.id – Anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania menegaskan perlunya pengawasan ketat terhadap kegiatan tambahan di luar rangkaian resmi haji 2026, menyusul kecelakaan bus rombongan jemaah Indonesia saat mengikuti city tour di Jabal Magnet.
“Saya prihatin atas kejadian ini. Keselamatan jemaah harus tetap menjadi prioritas dalam setiap aktivitas, baik yang difasilitasi pemerintah maupun kegiatan tambahan,” ujar Dini, Selasa (29/4/2026).
Menurutnya, pemerintah telah menyediakan agenda ziarah resmi seperti kunjungan ke Masjid Quba, Masjid Qiblatain, dan Jabal Uhud. Namun, kegiatan tambahan seperti wisata tetap diminati jemaah sehingga pelaksanaannya harus dikelola secara bertanggung jawab oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).
Dini menekankan, KBIH wajib memastikan aspek keamanan, kelayakan transportasi, serta pendampingan jemaah agar tidak menimbulkan risiko. “Peristiwa ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk meningkatkan kehati-hatian dan pengawasan,” tambahnya.
Sebelumnya, kecelakaan melibatkan dua bus jemaah asal Indonesia, yakni JHI Kloter SUB-2 dan JHI Kloter JKS-1. Tidak ada korban jiwa, namun 10 orang mengalami luka-luka, dengan satu jemaah masih menjalani observasi medis di RS Al-Hayyat Quba.
Dini berharap insiden ini menjadi momentum untuk memperkuat sistem pengawasan kegiatan tambahan agar keselamatan jemaah tetap terjamin sepanjang ibadah haji.****





