Fajarasia.id – Harga rata-rata bensin di Amerika Serikat kini melampaui 4 dolar AS per galon (sekitar Rp71.908), di tengah eskalasi konflik dengan Iran yang memicu lonjakan harga minyak global.
Data setempat mencatat, bensin jenis Regular naik menjadi 4,003 dolar AS per galon pada Senin (20/7), setelah sempat turun ke level 3,9 dolar AS pada pertengahan Juni.
Harga bensin bervariasi di sejumlah negara bagian. Di California mencapai 5,4 dolar AS per galon, sementara di Washington dan Hawaii juga menembus 5 dolar AS. Sebaliknya, harga terendah tercatat di Ohio sebesar 3,8 dolar AS per galon.
Lonjakan harga terjadi seiring ketegangan di Selat Hormuz. Setelah nota kesepahaman AS–Iran ditandatangani pada Juni, konflik kembali memanas sejak awal Juli, ditandai serangan balasan Iran ke pangkalan militer AS di Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump kemudian menyatakan gencatan senjata tidak lagi berlaku.
Kenaikan harga bensin ini menambah tekanan ekonomi bagi masyarakat AS, sekaligus mencerminkan dampak langsung konflik geopolitik terhadap pasar energi global.***





