Fajarasia.id – Pemerintah Israel tengah menyiapkan langkah kontroversial dengan memanfaatkan buaya Nil sebagai sistem pengamanan penjara tahanan Palestina.
Rencana ini mencuat setelah Menteri Perlindungan Lingkungan Idit Silman mengubah status hukum buaya Nil dari satwa liar menjadi “satwa liar yang dipelihara”. Perubahan tersebut membuka jalan bagi penerapan ide yang pertama kali diusulkan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir pada akhir 2025: parit berisi buaya di sekitar penjara untuk mencegah pelarian.
Lokasi pertama yang disebut akan diuji coba adalah Penjara Ketziot di selatan Israel, yang sebagian besar dihuni tahanan Palestina. Sejak Januari, sejumlah petugas penjara bahkan dikirim ke peternakan buaya Hamat Gader untuk mempelajari karakteristik reptil tersebut.
Media Israel melaporkan, otoritas penjara mempertimbangkan penggunaan buaya berukuran kecil dengan harga sekitar US$8.000 per ekor, jauh lebih murah dibandingkan buaya dewasa yang mencapai US$20.000.
Meski belum ada pengumuman resmi, wacana ini menuai keberatan dari penasihat hukum kementerian yang menilai sang menteri tidak berwenang mengubah status hukum satwa. Publik menyoroti rencana tersebut sebagai salah satu usulan pengamanan penjara paling tidak lazim di Israel.****





