Komisi X DPR Dorong Kampus Aktifkan Satgas Anti-Kekerasan Usai Tragedi Mahasiswa Unud

Komisi X DPR Dorong Kampus Aktifkan Satgas Anti-Kekerasan Usai Tragedi Mahasiswa Unud

Fajarasia.id  — Menyusul kasus tragis yang menimpa mahasiswa Universitas Udayana, Timothy Anugerah Saputra, Komisi X DPR RI menyerukan seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk segera mengaktifkan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK). Langkah ini dinilai penting untuk mencegah terulangnya kasus perundungan di lingkungan kampus.

“Kami mendorong setiap kampus membuka kanal pelaporan yang aman dan mengaktifkan Satgas PPK agar mahasiswa tidak takut untuk bersuara,” ujar Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, dalam pernyataan di Jakarta.

Hetifah juga menekankan perlunya layanan konseling dan pendampingan psikologis yang berkelanjutan bagi mahasiswa yang mengalami tekanan mental akibat perundungan. Ia menyampaikan keprihatinan mendalam atas kematian Timothy, yang diduga mengakhiri hidupnya setelah mengalami perundungan dari rekan-rekannya.

“Kampus seharusnya menjadi tempat yang aman untuk belajar dan berkembang, bukan ruang yang menekan atau mempermalukan. Kita harus pastikan setiap mahasiswa merasa dihargai dan terlindungi,” tegas Hetifah.

Timothy, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana, ditemukan meninggal dunia pada Rabu, 15 Oktober 2025, setelah diduga melompat dari lantai empat gedung kampus Sudirman. Dugaan perundungan mencuat setelah beredar tangkapan layar percakapan yang menunjukkan komentar tidak empatik dari rekan-rekannya.

Hetifah meminta pihak kampus untuk segera melakukan investigasi menyeluruh dan memastikan proses penanganan dilakukan secara transparan dan adil. Ia juga menekankan pentingnya membangun budaya empati dan solidaritas di kalangan mahasiswa, termasuk dalam organisasi dan komunitas kampus.

“Perilaku merendahkan atau menyudutkan sesama mahasiswa, baik secara langsung maupun lewat media sosial, adalah bentuk kekerasan psikologis yang harus dicegah sejak dini,” tambahnya.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Timothy. Ia menyatakan bahwa kementerian telah berkoordinasi dengan Rektor Universitas Udayana untuk meminta penjelasan dan memastikan langkah penanganan yang telah diambil.***

Pos terkait