Komisi VI Dorong Kemandirian Baja Nasional, Kurangi Ketergantungan Impor

Komisi VI Dorong Kemandirian Baja Nasional, Kurangi Ketergantungan Impor

Fajarasiaid – Komisi VI DPR RI menegaskan pentingnya membangkitkan kembali kemandirian industri baja nasional. Hal ini disampaikan dalam RDPU di Gedung Nusantara I, Jakarta, Selasa (25/11/2025), yang membahas potensi bahan baku baja bersama pakar dan praktisi.

Wakil Ketua Komisi VI, Adisatrya Suryo Sulisto, menekankan baja sebagai fondasi pembangunan nasional karena menopang sektor strategis seperti konstruksi, manufaktur, pertahanan, energi, hingga transportasi. Namun, ketergantungan impor masih sangat tinggi: 92% bijih besi, 81% coking coal, dan mayoritas scrap baja.

Kondisi ini dinilai berisiko terhadap biaya logistik, fluktuasi harga global, hingga melemahnya daya saing industri hilir. Karena itu, DPR mendorong langkah korektif berbasis riset dan teknologi agar bahan baku lokal bisa dimanfaatkan maksimal.

Anggota Komisi VI, Rizal Bawazier, menegaskan impor baja sudah mencapai titik jenuh. Ia meminta pemerintah segera bergerak dengan rekomendasi konkret dari akademisi dan profesi.

Para ahli menilai kemandirian baja masih lemah akibat keterbatasan bahan baku lokal dan minimnya produksi baja bernilai tambah tinggi (HVA). Rekomendasi yang muncul antara lain modernisasi teknologi pabrik, pendayagunaan pasir besi, investasi special steel, serta penguatan rantai pasok dan energi kompetitif.

Pos terkait