Fajarasia.id — Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Ahmad Yohan, menegaskan pentingnya sektor perikanan budidaya sebagai salah satu penopang utama ketahanan pangan nasional. Hal ini disampaikan dalam kunjungan kerja spesifik Komisi IV ke Balai Budidaya Air Tawar Pandeglang, Banten.
Menurut Ahmad Yohan, krisis pangan global yang terus menghantui dunia juga menjadi ancaman nyata bagi Indonesia. Karena itu, perikanan budidaya dinilai sebagai solusi strategis untuk menjawab kebutuhan pangan masyarakat di masa depan.
“Perikanan budidaya harus mampu menjadi salah satu pilar utama ketahanan pangan nasional,” tegasnya.
Ahmad Yohan menekankan bahwa ikan memiliki kandungan gizi tinggi yang sangat dibutuhkan masyarakat. “Ikan kaya protein untuk membangun jaringan tubuh, serta omega-3 yang baik bagi kesehatan jantung, otak, dan sistem saraf. Konsumsi ikan secara teratur dapat meningkatkan daya tahan tubuh,” jelasnya.
Dalam konteks kebijakan, Komisi IV DPR RI mendorong sinergi lintas sektor agar konsumsi ikan semakin meningkat. Ahmad Yohan meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan, pemerintah daerah, serta Badan Gizi Nasional (BGN) untuk berkoordinasi.
“Menu ikan harus masuk dalam Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) dan ditetapkan sebagai bahan pokok pangan nasional,” ujarnya.
Langkah ini diyakini dapat memperbaiki kualitas kesehatan masyarakat, menurunkan angka stunting, serta melahirkan generasi yang lebih sehat dan produktif.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Yohan juga memberikan apresiasi kepada Balai Budidaya Air Tawar Curug Barang, Banten, yang dinilai berperan besar dalam penyediaan induk dan benih unggul berbagai jenis ikan. Kontribusi ini disebut berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan pembudidaya.
Ahmad Yohan menegaskan bahwa Komisi IV DPR RI akan terus mendorong penguatan sektor perikanan budidaya melalui kebijakan, pengawasan, dan dukungan anggaran. “Sektor ini harus benar-benar menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional di masa depan,” pungkasnya.




