Komisi I DPR Ingatkan Rencana Pengiriman 20 Ribu TNI ke Gaza Harus Tepat Sasaran

Komisi I DPR Ingatkan Rencana Pengiriman 20 Ribu TNI ke Gaza Harus Tepat Sasaran

Fajarasia.id – Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menyampaikan pandangannya terkait rencana pemerintah mengirimkan 20 ribu personel TNI sebagai pasukan perdamaian ke Gaza. Ia menekankan bahwa langkah tersebut harus benar-benar berada dalam kerangka misi penjaga perdamaian internasional.

“Jangan sampai keberadaan pasukan kita justru dimanfaatkan oleh Israel untuk tujuan politik yang tidak tercapai melalui agresi militer selama dua tahun terakhir di Gaza,” ujar Sukamta dalam keterangan kepada wartawan di Senayan, Senin (17/11).

Politisi PKS itu menambahkan, pengiriman pasukan sebaiknya dilakukan dengan mandat resmi dari lembaga internasional seperti PBB atau OKI Plus agar memiliki legitimasi kuat.

Kebutuhan Matra TNI di Lapangan Menurut Sukamta, pemilihan matra TNI yang akan dikirim harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Angkatan Darat (AD) diperlukan karena konflik banyak terjadi di darat, sementara Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU) berperan penting dalam mengawal distribusi bantuan kemanusiaan melalui jalur laut dan udara.

Selain itu, ia menilai satuan siber juga bisa dilibatkan untuk memantau potensi serangan digital antar pihak yang berkonflik. “Pasukan kesehatan, seperti Korps Kesehatan Militer, juga sangat dibutuhkan untuk mendukung misi kemanusiaan,” tambahnya.

Instruksi Presiden dan Persiapan Menhan Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan bahwa Indonesia tengah menyiapkan 20 ribu prajurit TNI untuk dikirim ke Gaza sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Sjafrie, prajurit yang dipersiapkan memiliki spesifikasi di bidang kesehatan dan konstruksi. “Arahan Presiden adalah agar pasukan yang dikirim fokus pada misi kemanusiaan, terutama dalam aspek kesehatan dan pembangunan infrastruktur,” jelasnya usai bertemu Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Yordania, Major General Pilot Yousef Ahmed Al-Hunaity, di Jakarta, Jumat (14/11).****

Pos terkait