Fajarasia.id – Kelompok Hamas resmi menunjuk Khalil Al-Hayya sebagai pemimpin baru menggantikan mendiang Yahya Sinwar, yang tewas dalam pertempuran melawan Israel pada Oktober 2024. Pengumuman itu disampaikan Hamas melalui pernyataan singkat, Senin (20/7) waktu setempat.
Hayya sebelumnya dikenal sebagai negosiator utama Hamas dan tokoh berpengaruh di Gaza. Ia dipandang memiliki sikap lebih garis keras dibandingkan kandidat lain seperti Khaled Meshaal. Sejumlah analis menilai terpilihnya Hayya menandakan Hamas tetap berkomitmen pada perjuangan bersenjata dan menolak perlucutan senjata.
“Pemilihan ini menunjukkan Hamas ingin membangun kembali kekuatan militer sembari mempertahankan aliansi dengan Iran dan Poros Perlawanan,” ujar analis politik Palestina Reham Owda kepada Reuters.
Proses pemilihan pemimpin baru Hamas berlangsung sejak Januari 2026, melibatkan dewan beranggotakan 50 orang dari Gaza, Tepi Barat, penjara Israel, dan pengasingan. Pemilihan sempat tertunda akibat konflik regional, termasuk perang Iran-AS-Israel dan pertempuran Hizbullah di Lebanon.
Dengan terpilihnya Hayya, Hamas diperkirakan akan menghadapi jalan terjal dalam negosiasi perdamaian, terutama terkait rencana yang digagas Presiden AS Donald Trump yang menuntut perlucutan senjata Hamas dan penarikan pasukan Israel dari Gaza.***





