Fajarasia.id – Nilai tukar rupiah dibuka menguat tipis terhadap dolar AS pagi ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah naik 0,01 persen (1,5 poin) ke posisi Rp15.865 per dolar AS.
Namun rupiah masih dibayangi tekanan karena indeks dolar AS bergerak lebih tinggi pagi ini di posisi 106,22. Sedangkan pada Senin kemarin indeks dolar AS berada di posisi 106.
“Kenaikan indeks dolar AS masih dipicu oleh sentimen ketegangan geopolitik yang meninggi di Timur Tengah. Utamanya ketegangan yang melibatkan dua kubu, Amerika Serikat dan Rusia,” kata Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra, Selasa ( 10/12/2024).
Selain itu, tambah Ariston, perekonomian AS yang masih bagus juga mendorong penguatan dolar AS. Ekonomi AS yang masih bagus ini bisa menaikan inflasi yang akan memicu The Fed memangkas suku bunga acuannya.
Pagi ini data neraca perdagangan Tiongkok bulan November bisa menjadi penggerak pasar. Tiongkok disinyalir mengalami kesulitan ekonomi saat ini.
“Bila data menunjukkan surplus dan ekspor lebih bagus dari proyeksi, bisa mendukung nilai tukar emerging markets. Termasuk nilai tukar rupiah,” ujar Ariston.
Potensi pelemahan rupiah hari ini, menurut Ariston, ke arah Rp15.950. Sedangkan potensi support di sekitar Rp15.830 per dolar AS.***





