Fajarasia.id – Ribuan warga masih bertahan di tempat pengungsian, karena terdampak bencana hidrometeorlogi basah di Cianjur, Jawa Barat, Rabu (4/12/2024). Kabid Pencegahan Kesiapsiagaan BPBD Cianjur, Muhammad Taufik Zuhrizal menyebut jumlah pengungsi sekitar 1.600 jiwa.
Taufik menyampaikan, berdasarkan data terbaru BPBD Cianjur, jumlah warga terdampak sebanyak 3.268 jiwa. Mereka merupakan warga Kecamatan Agrabinta, Kadupandak, Cijanti, Pagelaran, Leles, Sukanagara, Tanggeung, Cibinong, Pasirkuda, Takokak, dan Sindangbarang.
“Saat ini pengungsi ada 1.600 lebih, tapi sebagian sudah kembali ke rumahnya. Sedangkan yang rumahnya yang rusak belum bisa kembali,” kata Taufik, Selasa (10/12/2024).
Ia merinci, bencana mengakibatkan 625 rumah rusak, 280 rumah terancam, dan 544 rumah terendam. Mayoritas penyebab rumah rusak akibat terdampak pergerakan tanah.
“Tim kita melihat seberapa parah rumah yang terdampak. Sehingga kita menyarankan boleh kembali atau lebih baik di pengungsian terlebih dahulu,” ucapnya.
Bencana ini juga mengakibatkan kerusakan infrastruktur jalan di 39 titik, irigasi di 5 titik, dan jembatan di 8 titik. Salah satunya berada di Kecamatan Kandupandak, sehingga menganggu akses mobilitas warga.
“Saat ini masih belum bisa ditangani karena intensitas hujan masih tinggi. Belum bisa melakukan penangangan penuh,” ujarnya. ***




