Fajarasia.id – Seekor kerbau albino langka di Bangladesh yang dijuluki “Donald Trump” batal disembelih untuk Hari Raya Idul Adha — yang dikenal sebagai juga Hari Raya Kurban— setelah pemerintah turun tangan di menit-menit terakhir.
Dikutip dari Reuters, Kamis (28/5), kerbau tersebut sebelumnya akan dijadikan hewan kurban. Namun, hewan itu justru viral di media sosial karena memiliki jambul pirang yang menyerupai gaya rambut Presiden AS Donald Trump.
Kepopulerannya membuat kerbau itu ramai dikunjungi banyak warga di sebuah peternakan di Narayanganj, dekat Dhaka, ibu kota Bangladesh.
Pemiliknya, Ziauddin Mridha, telah menjual kerbau seberat 700 kg tersebut kepada orang lain untuk disembelih pada momen keagamaan Idul Adha.
Namun, rencana itu berubah setelah kasusnya menarik perhatian publik.
Menteri Dalam Negeri Salahuddin Ahmed memerintahkan agar kerbau tersebut tidak disembelih, uang pembeli dikembalikan, dan hewan itu dipindahkan ke kebun binatang nasional di Dhaka.
“Pada menit-menit terakhir, diputuskan untuk menyelamatkan kerbau tersebut dari penyembelihan karena alasan keamanan dan tingginya perhatian publik yang tidak biasa,” kata seorang pejabat Kemendagri.
Perhatian pada kerbau “Donald Trump” memang tinggi setelah videonya viral. Kerumunan orang terlihat di peternakan. Bahkan banyak yang rela jauh-jauh datang dari berbagai daerah khusus untuk melihat jambul pirang si kerbau dan sifatnya yang tenang.
Di Bangladesh, kerbau memang umum dipelihara untuk kebutuhan kurban saat Idul Adha. Meski demikian, kerbau albino jarang terlihat.
Adapun dalam ajaran Islam, penyembelihan hewan kurban pada Idul Adha tanggal 10 Zulhijah dan Hari Tasyrik (3 hari setelah Idul Adha) merupakan ibadah untuk meneladani ketaatan dan keteguhan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail kepada perintah Allah SWT.
Kurban juga memiliki makna sosial karena dagingnya dibagikan kepada masyarakat, terutama yang membutuhkan, sehingga menjadi sarana memperkuat solidaritas dan pemerataan rezeki di tengah umat.***





