Kenaikan Harga Beras di Ritel Capai 20 Persen

Kenaikan Harga Beras di Ritel Capai 20 Persen

Fajarasia.id – Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey mengatakan, kenaikan harga beras di ritel-rirel modern mencapai 20 persen. Hal tersebut sebagai dampak fenomena El Nino sehingga harga gabah menjadi naik.

“Bahkan beberapa di daerah-daerah yang cukup jauh dari sentra-sentra produksi sudah ada yang naik 25 hingga 30 persen,” kata Roy dalam perbincangan dengan Wartawan, Rabu (4/10/2023).

Menurut dia, kenaikan harga beras itu sesuatu yang tidak diharapkan. “Itu yang tidak kita harapkan, tetapi ini yang terjadi,” ujarnya.

Meski demikian, Roy mengapresiasi upaya yang dilakukan pemerintah dengan adanya beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan). Beras SPHP adalah program yang diluncurkan pemerintah sebagai bentuk lain operasi pasar.

“Beras Medium yang diimpor ini tentu harganya sudah disubsidi yang diambil dari cadangan beras pemerintah (CBP) yang mengalir kepada ritel modern,” ucapnya.

Sehingga, lanjut Roy, keterjangkauan harga dan stabilitas beras masih dapat menjangkau daya beli masyarakat. Hal ini membuat masyarakat tidak menjadi panik. “Stoknya tersedia sehingga masyarakat tidak panik,” kata dia.

Roy mengungkapkan bahwa pasokan beras untuk ritel ini belum merata di seluruh Indonesia, terutama untuk anggota Aprindo. Namun, hal ini dapat dimakluminya karena ada berbagai program yang paralel dijalankan, yaitu bantuan sosial dan operasi pasar yang berlangsung di berbagai wilayah.

Dalam kesempatan ini, Roy juga mengapresiasi upaya impor beras sebanyak 2 juta ton yang dilakukan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Bulog. Menurutnya, dari 2 juta ton itu, sebanyak 1,6 juta ton telah masuk ke Indonesia.

“Sementara 400 ribu ton sisanya mungkin dalam beberapa saat lagi akan masuk,” ujarnya.****

Pos terkait