Kemenkes: Penyebaran Wolbachia Tak Ada Hubungan dengan DBD

Kemenkes: Penyebaran Wolbachia Tak Ada Hubungan dengan DBD

Fajarasia.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan penyebaran nyamuk aedes aegypti dengan bakteri wolbachia tidak ada hubungannya dengan kasus DBD. Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu.

Menurutnya, karakteristik nyamuk Aedes aegypti di daerah yang telah disebarkan maupun belum disebarkan nyamuk ber-wolbachia tetap sama. Tanda dan gejala orang yang terkena gigitan nyamuk Aedes aegypti juga sama.

“Secara keseluruhan karakteristik dan gejalanya sama. Bahkan, tidak ada perbedaan jumlah nyamuk Aedes aegypti sebelum dan setelah wolbachia dilepaskan,” kata Dirjen Maxi dalam keterangan resmi, Rabu(3/4/2024).

Adapun gejalanya adalah demam tinggi diikuti nyeri otot, mual, muntah, sakit kepala, mimisan, dan gusi berdarah. Hingga kini, penyebaran nyamuk ber-wolbachia telah dilaksanakan di lima kota, yakni Semarang, Kupang, Bontang, Bandung, dan Jakarta Barat.

Penetapan kelima wilayah tersebut mempertimbangkan kesiapan stakeholder dan masyarakat setempat. Semarang menjadi lokasi pertama yang melaksanakan penyebaran nyamuk ber-wolbachia, diikuti Kota Bontang dan Kota Kupang.

Sampai saat ini, pelaksanaan tersebut belum menyeluruh di semua wilayah. Khusus di Jakarta Barat, ia menambahkan, penyebaran nyamuk ber-wolbachia hingga kini belum dilaksanakan.

Karena masih menunggu kesiapan masyarakat dan penandatangan Nota Kesepakatan antara Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta dengan Kemenkes. Pelaksanaannya sempat tertunda karena terjadi pergantian pimpinan di DKI Jakarta.*****

Pos terkait