Kasus Daycare Jogja Ungkap Lemahnya Sistem Perlindungan Anak

Kasus Daycare Jogja Ungkap Lemahnya Sistem Perlindungan Anak

Fajarasia.id – Kasus dugaan kekerasan terhadap puluhan anak di Daycare Little Aresha, Yogyakarta, memicu keprihatinan mendalam dan dinilai sebagai bukti lemahnya tata kelola layanan pengasuhan anak di Indonesia.

Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanulhaq, menegaskan penanganan kasus tidak boleh berhenti pada penangkapan pelaku, melainkan harus dibarengi evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan, perizinan, dan standar operasional daycare. “Jangan hanya tangkap pelaku. Bongkar sistem yang membiarkan ini terjadi dan lakukan evaluasi total,” ujarnya, Rabu  (29/4/2026).

Dari laporan sementara, sebanyak 53 anak diduga menjadi korban kekerasan dari total 103 anak yang terdaftar. Bentuk kekerasan yang terungkap antara lain anak diikat, tidak diberi makan layak, hingga dibiarkan tidur tanpa alas.

Maman menilai praktik pengasuhan yang berujung pada penyiksaan ini mencerminkan lemahnya kontrol negara terhadap lembaga daycare yang tumbuh pesat di perkotaan. Ia juga menyoroti minimnya standar kompetensi pengasuh dan lemahnya pengawasan yang memungkinkan kasus serupa berulang.

Data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menunjukkan baru 30,7 persen layanan daycare di Indonesia memiliki izin operasional. “Kalau negara tidak segera membenahi ini, kita sedang membiarkan tragedi yang sama menunggu korban berikutnya,” tegas Maman.

Komisi VIII DPR RI berkomitmen mendorong pemerintah memperketat pengawasan dan menjadikan perlindungan anak sebagai prioritas utama dalam kebijakan pengasuhan.****

Pos terkait