Fajarasia.id – Impor kurma menunjukkan peningkatan menjelang periode bulan Ramadan dan Lebaran 2025. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), impor kurma mulai meningkat tajam sekali bulan September 2025.
“Pada Januari 2025, impor kurma tercatat sebanyak 16,43 ribu ton. Impor itu senilai USDRp20,68 juta,” kata Pelaksana Tugas Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (18/2/2025).
Berdasarkan negara asalnya, impor kurma terbesar berasal dari Mesir sebanyak 10,15 ribu ton. “Sharenya mencapai 61,8 persen dari total impor kurma Indonesia,” ucap Amalia.
Negara kedua terbesar impor kurma Indonesia adalah Arab Saudi sebanyak 1,88 ribu ton dengan share 11,42 persen. Ketiga, impor kurma terbesar dari Emirat Arab sebanyak 1,76 ribu ton dengan share 10,71 persen.
Komoditas lainnya yang impornya biasa naik jelang Ramadan dan Lebaran adalah gula, daging dan gandum. Total impor gula, baik gula industri maupun konsumsi pada Januari 2025 totalnya sebesar 308,8 ribu ton
“Nilai impor gula senilai USD162,8 juta. Dibandingkan Desember 2024, nilainya turun sebesar 42,39 persen,” ucap Amalia.
Sedangkan impor daging lembu pada Januari 2025 sebesar 18,2 ribu ton, nilainya sekitar USD61,2 juta. Impor daging lembu Januari 2025 nilai turun 39,62 persen.
Sedangkan impor gandum dan meslin, karena Indonesia tidak memproduksi gandum, impor pada Januari 2025 sebesar 728 ribu ton. Nilainya impornya sebesar USD208,4 juta naik 8,29 persen dibandingkan Desember 2024.****




