Fajarasia.id – Hubungan diplomatik antara Israel dan Ukraina kembali memanas setelah Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrey Sibiga, menuding Israel memfasilitasi perdagangan ilegal hasil bumi dari wilayah konflik. Tuduhan itu muncul usai laporan media Ukraina menyebut kapal kargo Panormitis membawa biji-bijian dari wilayah yang kini dikuasai Rusia menuju pelabuhan Haifa.
Sibiga menyampaikan kekecewaannya melalui media sosial, menilai Israel tidak memberikan respons memadai atas permintaan resmi Kyiv. “Sangat sulit memahami kurangnya tanggapan Israel terhadap pengiriman barang curian ke Haifa,” tulisnya.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menegaskan bahwa diplomasi tidak seharusnya dilakukan lewat media sosial. Ia menolak tuduhan tanpa bukti kuat dan menekankan bahwa Israel akan memeriksa masalah tersebut secara internal. “Tuduhan bukanlah bukti. Hingga kini belum ada permintaan bantuan hukum resmi dari Ukraina,” balas Saar.
Ketegangan ini menambah keretakan hubungan kedua negara, terutama karena Ukraina terus mengkritik Israel yang enggan menjatuhkan sanksi terhadap Rusia. Kyiv bahkan mengancam akan mengambil langkah diplomatik dan hukum internasional jika kapal tersebut tetap diizinkan bersandar di Israel.
Situasi ini mencerminkan eskalasi geopolitik yang semakin kompleks, di mana isu perdagangan hasil bumi dari wilayah konflik menjadi pemicu ketegangan baru antara sekutu lama.****





