Irine: Representasi Perempuan Harus Jadi Kepemimpinan Nyata

Irine: Representasi Perempuan Harus Jadi Kepemimpinan Nyata

Fajarasia.id – Wakil Ketua BKSAP DPR RI Irine Yusiana Roba Putri menegaskan pentingnya transformasi representasi perempuan menjadi kepemimpinan nyata. Hal itu ia sampaikan dalam WAIPA Townhall 2025 di Bogor, Selasa (25/11), yang menghadirkan pemimpin perempuan, akademisi, hingga komunitas muda.

“Pemberdayaan perempuan bukan sekadar isu nasional, tapi perjuangan global,” kata Irine. Ia mengingatkan dunia masih tertinggal dalam mencapai kesetaraan gender meski sudah hampir tiga dekade sejak Beijing Declaration 1995.

Data IPU per Oktober 2025 menunjukkan hanya enam negara yang berhasil mencapai 50% keterwakilan perempuan di parlemen. Di ASEAN, Timor Leste mencatat capaian tertinggi dengan 35,4%. Indonesia sendiri masih di posisi 110 dunia dengan 21,9% perempuan di DPR RI hasil Pemilu 2024.

Irine menyoroti kesenjangan di daerah, di mana keterwakilan perempuan di DPRD Provinsi stagnan di 18,8% dan DPRD Kabupaten/Kota hanya 15,52%. Menurutnya, hambatan struktural dan kultural masih kuat, termasuk ekspektasi ganda yang tidak dibebankan kepada politisi laki-laki.

“Banyak perempuan masuk sistem, tapi belum berpengaruh dalam arah kebijakan,” ujarnya. Ia mencontohkan Meksiko yang punya regulasi progresif, namun tetap menghadapi kekerasan politik berbasis gender.

Meski begitu, Irine optimistis Indonesia bisa maju. Salah satunya lewat kebijakan DPR RI yang mewajibkan 30% pimpinan perempuan di setiap AKD. Indonesia juga aktif di ASEAN dan IPU dalam mendorong partisipasi politik perempuan.

“Indonesia tidak hanya mengikuti arus, tapi menginisiasi arah,” tegasnya.***

Pos terkait