Fajarasia.id – Pemerintah Iran melontarkan kritik keras terhadap keputusan Uni Eropa (UE) yang menetapkan Garda Revolusi Iran (IRGC) sebagai organisasi teroris. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyebut langkah tersebut sebagai “kesalahan strategis besar” yang hanya akan memperburuk ketegangan kawasan.
Pernyataan Araghchi disampaikan Kamis (29/1/2026), tak lama setelah Kepala Kebijakan Luar Negeri UE, Kaja Kallas, mengumumkan bahwa para menteri luar negeri Eropa sepakat memasukkan IRGC ke dalam daftar organisasi teroris.
Melalui akun X, Araghchi menulis bahwa Eropa justru memperkeruh keadaan dengan kebijakan tersebut. “Eropa sibuk mengipasi api. Setelah mengejar mekanisme snapback atas dorongan AS, kini mereka kembali membuat kesalahan strategis besar dengan melabeli militer nasional kami sebagai ‘organisasi teroris’,” tegasnya.
IRGC, yang dibentuk pasca Revolusi Islam 1979, merupakan salah satu pilar utama pertahanan Iran. Namun, kiprahnya di kawasan Timur Tengah kerap menuai sorotan, terutama terkait dukungan terhadap kelompok bersenjata di luar negeri. Langkah UE menambah daftar panjang negara dan organisasi internasional yang menempatkan IRGC dalam posisi kontroversial.
Keputusan UE ini diperkirakan akan semakin mempertegang hubungan diplomatik dengan Teheran. Iran menilai tindakan tersebut bukan hanya menyerang institusi militer mereka, tetapi juga merusak peluang dialog dan kerja sama dengan Eropa.
Dengan kecaman terbuka dari Menlu Araghchi, jelas bahwa Iran tidak akan tinggal diam menghadapi keputusan UE. Situasi ini menandai babak baru ketegangan diplomatik antara Teheran dan Brussel, yang berpotensi memengaruhi stabilitas politik dan keamanan di kawasan Timur Tengah.





