Investasi asing langsung ke Vietnam hingga Maret naik 13,4 persen

Investasi asing langsung ke Vietnam hingga Maret naik 13,4 persen

Fajarasia.id – Badan Penanaman Modal Asing, Kementerian Perencanaan dan Investasi Vietnam pada Rabu mengumumkan total investasi asing langsung (FDI) mencapai 6,17 miliar dolar AS (Rp98,01 triliun) hingga 20 Maret dan mengalami peningkatan peningkatan 13,4 persen (yoy).

Secara rinci, selama hampir tiga bulan itu, terdapat 644 proyek baru dengan total modal terdaftar sebesar 4,77 miliar dolar AS (Rp75,8 triliun) diberikan sertifikat investasi. Capaian tersebut naik 23,4 (persen) dalam jumlah proyek dan naik 57,9 persen dari segi nilai dibandingkan tahun lalu.

Sebanyak 934,6 juta dolar AS (Rp14,9 triliun) telah didaftarkan untuk ditambahkan ke 248 proyek yang sudah ada dan 466,2 juta dolar AS (Rp7,4 triliun) diperuntukkan untuk pembelian saham dan kontribusi modal.

Tak hanya itu, investasi asing yang disalurkan meningkat sebesar 7,1 persen pada kuartal pertama mencapai 4,63 miliar dolar AS (Rp73,6 triliun) yang menjadi sebuah sinyal bahwa pembayaran akan melanjutkan tren positif.

Lebih lanjut Badan Penanaman Modal Asing mencatat bahwa investor asing menanamkan modalnya pada 17 dari total 21 sektor ekonomi. Di antaranya industri manufaktur dan pengolahan yang memimpin dengan total modal terdaftar sebesar 3,93 miliar dolar AS (Rp62,5 triliun), turun tipis sebesar 1,3 persen (yoy).

Di posisi kedua adalah sektor real estate dengan total modal terdaftar sebesar 1,58 miliar dolar AS (Rp25,1 triliun). Modal terdaftar sektor itu mencapai 2,1 kali lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kemudian diikuti oleh industri grosir dan ritel serta ilmu pengetahuan dan teknologi dengan investasi masing-masing sebesar 224,8 juta dolar AS (Rp3,6 triliun) dan 190,2 juta dolar AS (Rp3 triliun).

Jika dilihat dari masuknya investasi asing yang berasal dari 62 negara dan wilayah, Singapura adalah investor terbesar di Vietnam dengan total modal terdaftar lebih dari 2,55 miliar dolar AS (Rp40,5 triliun), naik 51,3 persen, diikuti oleh Hong Kong dengan 1,05 miliar dolar AS (Rp16,7 triliun) yang dan 2,3 kali lebih tinggi.

Sedangkan ibu kota Hanoi menjadi tujuan utama FDI dengan aliran masuk sebesar 970,8 juta dolar AS (Rp15,4 triliun), meningkat 6,1 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Diikuti provinsi Bac Ninh di bagian utara dengan aliran masuk sebesar 745,2 juta dolar AS (Rp11,85 triliun).***

Pos terkait