Fajarasia.id – Kondisi perekonomian Jakarta tetap stabil meskipun inflasi di kota tersebut pada Maret 2024 mencapai 2,18 persen per tahun. Demikian dikatakan Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan DKI Jakarta, Mei Ling, Selasa (30/4/2024).
Menurut dia, APBN Regional DKI Jakarta hingga Maret 2024 mencatat realisasi penerimaan Rp389,58 triliun. “Ini setara dengan 26,64 persen dari target dengan pertumbuhan minus 7,07 persen per tahun,” ujarnya.
Sedangkan realisasi belanja mencapai Rp335,20 triliun dengan pertumbuhan signifikan sebesar 17,34 persen per tahun. “Ini berarti pencapaian 16,35 persen dari pagu,” kata Mei Ling.
Sementara itu, penerimaan pajak per Maret 2024 termoderasi 13,81 persen dengan capaian Rp273,85 triliun. Kinerja penerimaan pajak yang didukung Pajak Penghasilan (PPh) Nonmigas turun sebesar 8,03 persen.
“Selanjutnya penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tumbuh positif sebesar 945,37 persen,” ujarnya. Menurut Mei Ling, ini disebabkan mulai masuknya pembayaran PBB Migas dengan nilai cukup signifikan.
Sedangkan penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) mencapai Rp107,69 triliun atau turun 20,29 persen. Hal ini disebabkan penurunan nilai impor dan kegiatan wajib pajak pada sektor pengolahan dan perdagangan.
Terakhir penerimaan kepabeanan dan cukai tercatat sebesar Rp4,65 triliun. “Menurut rinciannya, penerimaan bea masuk termoderasi sebesar 16,82 persen,” ujar Mei Ling.***





