Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB 2026, Komisi I DPR: Momentum Strategis Perjuangkan Nilai Kemanusiaan

Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB 2026, Komisi I DPR: Momentum Strategis Perjuangkan Nilai Kemanusiaan

Fajarasia.id  – Indonesia resmi terpilih sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tahun 2026. Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menilai pencapaian ini sebagai peluang besar bagi Indonesia untuk tampil lebih aktif dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan di kancah global.

“Kepemimpinan Indonesia di Dewan HAM PBB merupakan momentum strategis untuk menegaskan kembali politik luar negeri kita yang bebas aktif,” ujar Dave. Menurutnya, politik bebas aktif bukan sekadar slogan, melainkan prinsip yang menuntun diplomasi Indonesia agar tetap konsisten memperjuangkan nilai universal tanpa terjebak dalam blok kepentingan tertentu.

Dave menekankan bahwa posisi Indonesia sebagai Presiden Dewan HAM PBB memberi ruang untuk memperkuat kebijakan luar negeri yang berimbang, memperluas jejaring diplomasi, serta meningkatkan posisi tawar dalam percaturan internasional. “Indonesia harus mampu menjadi penyeimbang yang kredibel di tengah konflik geopolitik yang semakin kompleks,” tegas politisi Fraksi Golkar tersebut.

Ia memastikan setiap langkah diplomasi Indonesia akan berpijak pada kepentingan nasional, sekaligus mencerminkan komitmen terhadap perdamaian, keadilan, dan penghormatan HAM. Komisi I DPR RI, lanjut Dave, juga menekankan pentingnya pengawasan agar kepemimpinan Indonesia tidak dimanfaatkan oleh kepentingan geopolitik negara besar. “Indonesia harus menjaga independensi sikap diplomasi agar tetap dipercaya sebagai mediator dan penyeimbang di forum HAM global,” tambahnya.

Dave menegaskan Komisi I DPR RI akan terus memantau jalannya kepemimpinan Indonesia di Dewan HAM PBB melalui dialog dan evaluasi kebijakan. Hal ini dilakukan agar mandat yang diemban dapat dijalankan secara transparan dan konsisten, sekaligus memperkuat reputasi bangsa di mata dunia.

“Kepemimpinan Indonesia di Dewan HAM PBB bukan hanya kesempatan untuk mengartikulasikan kepentingan nasional, tetapi juga kontribusi nyata bagi komunitas internasional dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan yang universal,” tuturnya.

Dave berharap Indonesia mampu menjadi jembatan yang memperkuat dialog antarnegara, mendorong kerja sama multilateral, serta memastikan forum HAM global berjalan secara kredibel, berimbang, dan berpihak pada kemanusiaan.

Pos terkait