Fajarasia.id – Gelombang demonstrasi besar-besaran di Iran yang telah berlangsung selama dua pekan menelan korban jiwa lebih dari 500 orang. Laporan dari Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia berbasis Amerika Serikat menyebutkan sedikitnya 538 orang meninggal akibat aksi yang kian memanas.
Menanggapi kondisi tersebut, Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh menegaskan bahwa keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) di Iran harus menjadi perhatian utama pemerintah. “Keselamatan WNI adalah prioritas. Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri wajib memastikan seluruh WNI berada dalam kondisi aman dan terlindungi,” ujarnya di Jakarta.
Soleh menekankan bahwa eskalasi demonstrasi yang semakin mencekam tidak boleh dianggap remeh. Ia meminta Kementerian Luar Negeri bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran segera melakukan pemetaan lokasi WNI, memperkuat jalur komunikasi darurat, serta menyiapkan langkah perlindungan maksimal.
“KBRI harus aktif memantau situasi dan memastikan tidak ada WNI yang berada di titik-titik demonstrasi. Kondisinya sangat berbahaya, jangan sampai ada korban dari warga kita,” tegas politisi PKB asal Jawa Barat XII itu.
Selain itu, Soleh mendorong Kemenlu menyiapkan rencana kontinjensi, termasuk opsi evakuasi jika kondisi keamanan semakin tidak terkendali. Menurutnya, langkah antisipatif penting agar negara hadir secara sigap melindungi warganya di luar negeri.
“Jangan menunggu situasi semakin buruk. Negara harus hadir dan cepat bertindak,” tambahnya.
Ia juga memastikan Komisi I DPR RI akan terus memantau perkembangan di Iran serta mendorong koordinasi lintas kementerian demi menjamin keselamatan seluruh WNI.
Diketahui, demonstrasi yang awalnya dipicu oleh inflasi tajam pada mata uang Rial kini berkembang menjadi tuntutan politik, dengan desakan agar pemerintahan ulama di Iran segera diakhiri.





