Indonesia Jadi Salah Satu Pusat Otomotif Tersibuk di ASEAN

Indonesia Jadi Salah Satu Pusat Otomotif Tersibuk di ASEAN

Fajarasia.id – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, Indonesia telah menjadi pemain kunci di pasar otomotif regional dan menjadikannya sebagai salah satu pusat otomotif yang sibuk di kawasan ASEAN, sekaligus menjadi penyumbang penting bagi perekonomian nasional. Hal itu disampaikan Agus Gumiwang dalam acara Power Dinner GIIAS 2023 di Jakarta.

“Dengan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, terobosan teknologi dan inovasi, pertumbuhan kelas menengah, serta permintaan mobil meningkat, sehingga mengubah Indonesia menjadi pusat otomotif yang sibuk di Asia Tenggara,” katanya.

Menperin mengatakan, sektor otomotif di Indonesia tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga memberikan peluang ekonomi yang signifikan, baik bagi perusahaan domestik maupun asing.

“Industri otomotif telah menjadi katalis untuk inovasi, penelitian, dan pengembangan, yang juga menentukan mobilitas dan transportasi masa depan bangsa kita,” imbuhnya.

Saat ini, kekuatan industri otomotif di Indonesia didukung oleh 21 perusahaan industri kendaraan bermotor roda empat, dengan total kapasitas produksi sebanyak 2,35 juta unit per tahun. Industri otomotif juga telah menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 38 ribu orang, serta lebih dari 1,5 juta orang yang bekerja di sepanjang rantai pasok otomotif dari tier-1 sampai tier-3.

“Bahkan, sektor ini mampu memberikan devisa yang signifikan melalui capaian ekspornya. Selain itu, ekspansi industri yang cepat telah mempersiapkan jalan untuk investasi besar, menghasilkan ekosistem produsen, pemasok, dealer, dan penyedia layanan yang kuat,” paparnya.

Ia juga menegaskan komitmen Kementerian Perindustrian untuk terus memacu sektor industri tetap berinvestasi dalam riset dan pengembangan (R&D) mendorong pertumbuhan yang inklusif, dan mempromosikan kelestarian lingkungan.

“Kami juga aktif mendorong sektor publik maupun komersial bisa bekerja sama untuk menjaga industri otomotif Indonesia tetap terdepan dalam inovasi, efisiensi, dan daya saing,” terang Agus.

Pada kuartal II tahun 2023, industri otomotif tumbuh 9,66 persen, lebih tinggi dibanding kinerja industri pengolahan nonmigas yang tumbuh sebesar 4,56 persen (yoy). Selain itu, ekspor CBU meningkat sebesar 25 persen dari tahun ke tahun, sehingga capaian pada kuartal I tahun 2023 menjadi 3,15 miliar dolar AS.

Pemerintah juga terus berupaya mencapai target pengembangan kendaraan listrik. Kemenperin pun optimistis, penjualan kendaraan listrik di Indonesia akan semakin meningkat drastis. Sepanjang 2022, total kendaraan listrik yang terjual sebanyak 10 ribu unit.

Apalagi, saat ini berada di tengah momen yang menentukan pertumbuhan sektor otomotif. Hal ini seiring kecepatan tinggi inovasi teknologi yang telah mengantarkan era baru mobilitas, dengan kendaraan listrik, kemampuan self-driving, dan praktik ramah lingkungan yang mempengaruhi masa depan.

“Kami memiliki kebijakan untuk memastikan bahwa langkah ini menuju ke arah yang benar. Untuk industri yang didedikasikan untuk mengembangkan atau memperluas fasilitas produksi EV di Indonesia, program tersebut mencakup keringanan dan potongan PPN, pembebasan bea masuk, dan pungutan lainnya. Inisiatif ini telah membuahkan hasil, karena kami melihat sejumlah komitmen investasi langsung yang akan segera terealisasi,” kata Agus.***

 

Pos terkait